Berita

USS Ronald Reagan saattiba di Jepang/CNN

Global

Tiga Kapal Induk AS Berkumpul Di Pasifik Jelang Kunjungan Trump Ke Asia

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 14:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua buah kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat telah tiba di Pasifik dalam beberapa hari terakhir.

Menurut keterangan dari pihak Angkatan Laut Amerika Serikat, keduanya adalah kapal induk USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz serta pelengkap masing-masing seperti kapal penjelajah, kapal perusak dan kapal selam. Kedua kapal induk itu telah tiba di wilayah operasi Angkatan Laut AS yang ke-7, yang mencakup lautan timur India dan barat.

Tidak ada keterangan lebih lanjut soal misi spesifik apa yang akan melibatkan Roosevelt dan Nimitz di Pasifik. Namun demikian, Roosevelt dan Nimitz bergabung dengan USS Ronald Reagan yang sudah terlebih dhaulu berada di Pasifik.


USS Ronald Reagan saat ini berbasis di Jepang dan telah terlibat dalam latihan dengan pasukan Korea Selatan dalam seminggu terakhir.

Dengan demikian, saat ini ada tiga kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan Pasifik.

Kedatangan tiga kapal induk Amerika Serikat di Pasifik itu menjadi sorotan karena terjadi  jelang kunjungan Presiden Donald Trump ke Asia awal bulan depan. Trump dijadwalkan untuk berkunjung ke China, Jepang, Filipina, Korea Selatan dan Vietnam.

Seorang analis pertahanan di Federation of American Scientists Adam Mount, menilai bahwa hal tersebut bukanlah suatu ketidaksengajaan. Menurutnya, ada sinyal yang dikirimkan Amerika Serikat dengan hadirnya tiga kapal induk di Pasifik.

"Ini adalah proyeksi utama kekuatan, kapan saja sebuah kapal bergerak ke suatu wilayah," kata Mount.

"Musuh AS akan membaca sesuatu ke dalamnya," tambahnya.

Sementara itu, mantan Laksamana Laut Amerika Serikat John Kirby menyebut bahwa kehadiran tiga kapal induk tersebut akan mengirim pesan ke China dan juga Korea Utara.

Menurutnya, China telah membangun benteng di pulau dan terumbu karang di Laut Cina Selatan dan meningkatkan armada kapal perang baru, termasuk kapal induk kedua, yang diluncurkan awal tahun ini.

China juga mengkritik pergerakan angkatan laut AS di kawasan tersebut setelah dua kapal perusak rudal AS bertabrakan dengan kapal dagang awal tahun ini

Dengan pergerakan kapal induk dan pendamping mereka, AS berupaya memastikan China tahu bahwa AS masih memiliki kekuatan di Pasifik. AS memanfaatkan jadwal pergerakan kapal untuk secara bersamaan mengumpulkannya di Pasifik.

Sebagai informasi, seperti dimuat CNN, Nimitz dan pendampingnya datang ke wilayah tersebut dari Timur Tengah, di mana kapal itu berpartisipasi dalam perang melawan ISIS sebagai bagian dari Operasi Inheren Resolve selama tiga bulan terakhir.

Sedangkan Roosevelt meninggalkan San Diego pada awal Oktober dan diharapkan akhirnya menuju ke Timur Tengah.

 "Angkatan Laut mengambil keuntungan dari penjadwalan yang tumpang tindih untuk menunjukkan kemampuannya kepada musuh potensial," kata Kirby. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya