Berita

Prosesi pemakaman Raja Thailand/BBC

Global

Kremasi Mendiang Raja Bhumibol Adulyadej Dimulai, Ribuan Warga Thailand Berkumpul Di Bangkok

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 13:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan warga Thailand ikut melayat dan siap mengawal proses kremasi mendiang Raja Bhumibol Adulyadej di pusat ibuka Bangkok hari ini (Kamis, 26/10).

Prosesi pemakaman sang raja sendiri telah dimulai sejak kemarin malam (Rabu, 25/10) dengan upacara pembuatan merit, sebuah ritus Buddhis, di Grand Palace.

Jasad Raja Bhumibol yang dihormati warga Thailand akan dikremasi setelah diawetkan pasca meninggal di usia 88 tahun pada Oktober 2016 lalu.


Serangkaian ritus Buddha dimulai di istana kerajaan sebelum guci kerajaan dipindahkan ke sebuah kereta untuk memulai sebuah prosesi besar ke tempat kremasi.

Kereta yang membawa guci di bagian kedua prosesi pemakaman telah digunakan sejak akhir abad ke-18. Beratnya nyaris 14 ton dan itarik oleh lebih dari 200 tentara.

Jasad sang Raja yang telah memimpin Thailand selama 70 tahun itu akan dikremasi di sebuah tambang batu bara di mana anaknya, yang kini menjadi Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn menyalakan api.

Kerumunan besar orang berbaris di jalanan untuk prosesi pemakaman. Banyak di antara mereka yang telah bermalam di pinggi jalan atau membangun tenda demi mengikuti prosesi ini.

Upacara yang rumit ini diperkirakan telah menarik sebanyak 250.000 orang dari seluruh Thailand.

Di hari kremasi Raja Bhumibol hari ini, Thailand menyatakan sebagai hari libur nasional, dengan banyak bisnis tutup sepanjang hari atau tutup pada tengah hari.

Anggota keluarga kerajaan dan pejabat dari lebih dari 40 negara akan menghadiri kremasi tersebut.

Raja Vajiralongkorn akan menyalakan api unggun pukul 22:00 waktu setempat dan abu ayahnya akan dikumpulkan dan dibawa kembali ke istana pada hari Jumat. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya