Berita

Spanduk referendum/BBC

Dunia

Gelar Referendum, Dua Wilayah Italia Ini Tolak Disamakan Dengan Catalunya

SENIN, 23 OKTOBER 2017 | 17:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua wilayah terkaya di Italia, yakni Lombardy dan Veneto, menuntut otonomi lebih pada pemerintah pusat.

Lebih dari 90 persen pemilih di Lombardy, rumah bagi ibukota keuangan Italia, Milan, dan wilayah Veneto di sekitar Venesia, memilih "Ya" dalam referendum yang tidak mengikat akhir pekan kemarin.

Kedua wilayah tersebut adalah anggota Liga Utara, yang telah lama berpendapat bahwa mereka telah mensubsidi orang miskin di selatan.


Kedua wilayah itu sama-sama menyumbang sekitar 30 persen dari kekayaan nasional Italia.

Namun demikian, Presiden Roberto Maroni, yang memimpin Lombardy menegaskan bahwa apa yang dilakukan wilayahnya bukanlah referendum kemerdekaan seperti yang terjadi di Catalunya.

"Kami bukan Catalunya," tegasnya.

"Kami tetap berada di dalam negara Italia dengan otonomi yang lebih besar sementara Catalunya ingin menjadi negara bagian ke-29 Uni Eropa. Kami, bukan untuk saat ini," tambahnya seperti dimuat BBC.

Salah satu keluhan utama daerah adalah bahwa mereka mengirim lebih banyak pajak ke Roma daripada mendapatkan kembali belanja publik, dan ingin mengurangi separuh kontribusi mereka.

Lombardy, kata Maroni, setiap tahun membayar 54 miliar euro lebih banyak daripada yang diterima. Sedangkan Veneto menyumbang sekitar 15,5 miliar euro. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya