Berita

Dunia

Mahathir Mohamad Geram Proyek Kawasan Industri Di Kuantan Minim Warga Malaysia

SENIN, 23 OKTOBER 2017 | 13:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad geram dengan proyek kawasan industri Malaysia-China Kuantan Industrial Park atau disingkat MCKIP.

Kawasan industri tersebut merupakan yang pertama yang dikembangkan bersama oleh Malaysia dan China dengan tujuan mencapai target investasi.

Namun Mahathir menilai bahwa kawasan industri tersebut tampak lebih dimiliki China, daripada proyek bersama.


"Kawasan industri ini amat luas sekali mempunyai pagar sepanjang 9 kilometer.
Dalam pagar ini terdapat industri-industri milik negara China dan pekerja-pekerja kebanyakan dari negara China," kata Mahathir baru-baru ini.

"Pembangunan kawasan industri ini amat cepat sekali, luar biasa. Dan kita didapati ia adalah kawasan istimewa dimana orang Malaysia tak dibenarkan masuk, cuma orang mereka (China) saja yang boleh masuk," sambungnya.

Sebagai informasi, merujuk pada situs resmi Kuantan Port, MCKIP adalah proyek industri bersama yang dijalin Malaysia dan China. MCKIP berlokasi strategis yakni di Kawasan Ekonomi Pantai Timur, menghadap Laut China Selatan, dan diharapkan menjadi akses gerbang menuju potensi pertumbuhan dari pasar ASEAN dan Asia Pasifik, dan pasar dunia.

Selain membangun kawasan industri, proyek bersama ini juga melakukan perluasan Pelabuhan Kuantan untuk mempermudah arus keluar-masuk produk.

Sementara itu beberapa waktu lalu, ketua MCKIP, Soam Heng Choon, dalam sebuah wawancara dengan Xinhua menekankan bahwa kawasan industri tersebut sejauh ini telah mengamankan 30 miliar ringgit atau setara dengan 7,03 miliar dolar AS investasi asing. Hal itu sejalan dengan tujuan dari pendirian MCKIP itu sendiri.

Ia menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 18 investor di MCKIP yang berasal dari industri yang terkait dengan teknologi hemat energi dan lingkungan, peralatan kelas atas dan manufaktur bahan serta industri berat.

"Permintaan dari investor sangat menggembirakan. Fokus kami sekarang adalah mendapatkan investasi ini di lapangan," sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa memang sebagian besar investasi berasal dari China. Hal itu dikarenakan tingginya tingkat kepentingan investor China sebagai cerminan dari perkembangan positif dan kepercayaan investor terhadap MCKIP. Hal itu juga merupakan komitmen kedua negara untuk mendukung pertumbuhan MCKIP.

Soam mengakui bahwa persaingan tersebar pesat di antara kawasan industri di dalam negeri dan di negara-negara tetangga. Namun keragaman budaya Malaysia, daya adaptasinya yang tinggi serta insentif menarik yang disebarkan oleh pemerintah merupakan nilai jual utama MCKIP.

Salah satu hal yang spesial di MCKIP adalah, investor diberi masa pembebasan pajak 15 tahun oleh pemerintah. Hal itu merupakan sebuah insentif khusus yang tidak dimiliki taman industri lain di Malaysia.

Bukan hanya itu, sambungnya, MCKIP juga merupakan proyek yang sejalan dengan "China Belt and Road Initiative" yang diusulkan China. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya