Berita

Catalunya/Net

Global

Spanyol Bersiap Atur Langsung Catalunya

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 12:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Spanyol bersiap untuk mengatur secara langsung wilayah otonom Catalunya.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, bersiap untuk melakukan ancamannya untuk menghentikan dorongan pemerintah daerah Catalunya untuk merdeka.

Pekan lalu, Rajoy memperingatkan presiden Catalunya, Carles Puigdemont, bahwa ia memiliki waktu sampai pukul 10:00 pada hari Kamis (19/10) untuk meninggalkan rencana pemisahan diri Catalunya dan mengembalikan wilayah tersebut ke tatanan konstitusional.


Bila tidak, kata Rajoy, maka pemerintah Spanyol akan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yakni menghidupkan pasal 155 dari konstitusi pos-Franco negara tersebut dan dengan asumsi mengendalikan wilayah tersebut.

Referendum kemerdekaan Catalunya sepihak yang diadakan pada tanggal 1 Oktober telah membuat Spanyol terjerumus dalam krisis politik terburuk sejak kembali ke demokrasi empat dekade yang lalu.

Meskipun pimpinan Catalunya Charles Puigdemont telah mengklaim bahwa pemungutan suara tersebut sah, namun Spanyol menolaknya.

Rajoy memberikan waktu kepada Puigdemont untuk mengklarifikasi apakah kemerdekaan benar-benar telah diumumkan atau tidak.

Namun bukannya menjawab, Puigdemont justru mengusulkan agar efek deklarasi kemerdekaan dihentikan selama dua bulan sementara kedua belah pihak memulai dialog untuk menyelesaikan kebuntuan.

Rajoy kemudian mengeluarkan seruan terakhir untuk Puigdemont untuk menenangkan situasi dan bertindak untuk kepentingan semua orang Spanyol dan Catalunya. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya