Berita

MH370/Net

Global

Malaysia Belum Putuskan Soal Tawaran Baru Mencari MH370

SELASA, 17 OKTOBER 2017 | 12:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Malaysia mengatakan bahwa pihaknya telah menerima proposal dari tiga perusahaan yang menawarkan untuk melanjutkan pencarian penerbangan Malaysian Airlines MH370, yang telah hilang sejak tahun 2014 lalu.

Namun demikian, pemerintah Malaysia belum mengeluarkan keputusan atas tawaran-tawaran tersebut.

Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan bahwa proposal tersebut diterima dari perusahaan eksplorasi dasar laut Amerika Serikat, Ocean Infinity, perusahaan Belanda Fugro dan perusahaan Malaysia yang tidak dikenal.


"Kami tidak akan memutuskan apapun sekarang apakah kita memulai pencarian baru atau tidak," kata Liow kepada wartawan di sela-sela sebuah acara di Kuala Lumpur (Selasa, 17/10) seperti dimuat Reuters.

"Kita harus berdiskusi dengan perusahaan. Ini akan memakan waktu karena ini adalah beberapa diskusi rinci," sambungnya.

Liow mengomentari laporan media dari Australia yang mengatakan bahwa Malaysia dapat melanjutkan pencarian pada awal minggu ini.

Australia, Malaysia dan China membatalkan sebuah pencarian dua tahun senilai 200 juta dolar AS untuk dua bulan di bulan Januari, di tengah demonstrasi dari keluarga-keluarga di kapal tersebut.

Liow mengatakan bahwa proposal tersebut pada akhirnya akan dipresentasikan ke negara-negara lain dalam komite tripartit yakni China dan Australia sebelum sebuah keputusan diambil.

MH370 diketahui menghilang tiga tahun yang lalu di suatu tempat di Samudera Hindia selatan dalam perjalanan ke Beijing dari Kuala Lumpur dengan 239 orang di dalamnya. Insiden ini menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya