Berita

Ilustrasi/ABC News

Global

Di Hari Pangan Sedunia, Warga Di Negara Ini Kelaparan Parah

SENIN, 16 OKTOBER 2017 | 16:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Apakah Anda, disadari atau tidak, kerap tidak menghabiskan makanan Anda dan membuangnya?

Bila iya, pernahkah Anda berpikir bahwa di bagian dunia lainnya, di waktu yang sama, ada ribuan orang yang menahan lapar karena tidak memiliki makanan apapun di meja makan mereka?

Hal itu terjadi di sebuah negara di Afrika Tengah bernama Republik Chad. Ada sekitar 350 ribu orang yang saat ini mengalami kelaparan karena tidak adanya persediaan makanan.


Mereka kehilangan ternak, tanah serta tanaman sehingga tidak bisa memproduksi makanan. Selain itu, mereka juga tidak dapat memancing karena wilayah mereka yang terkurung daratan.

Menurut laporan Oxfam, kesulitan dalam menanam tanaman serta mendistribusikan bantuan di Chad juga membuat sekitar 8 juta warga Chad lainnya berada di ambang kelaparan.

Dikabarkan ABC News, warga setempat mengatakan sebelum datangnya kelompok militan Boko Haram, mereka memiliki persediaan ikan, sayuran dan kambing. Keberadaan militan tersebut di sebagian wilayah Chad mengganggu pasokan makanan mereka.

Akibatnya, per hari ini (Senin, 16/10), yang bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, lebih dari 300 warga Chad mengalami kelaparan yang parah.

Tidak sedikit dari mereka adalah anak-anak yang kekurangan gizi.

Akibat masalah pasokan makanan tersebut, harapan hidup di Chad adalah 52 tahun.

Menurut data PBB, Republik Chad menempati posisi 186 dari 188 negara di Indeks Pembangunan Manusia terakhir PBB, yang membandingkan indikator kekayaan, kesehatan, dan kunci di seluruh dunia.

Pendapatan rata-rata per kapita tahun lalu Chad kurang dari 2.000 dolar AS. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya