Berita

Ilustrasi/Net

Global

Denmark Segera Terapkan Larangan Mengenakan Burqa?

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 14:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Partai koalisi yang memerintah Denmark telah menyatakan dukungan mereka untuk larangan berjilbab sepenuhnya atau yang dikenal dengan nama burqa.

Partai Venstre liberal, anggota senior koalisi yang berkuasa, telah mengumumkan dukungannya atas larangan mengenakan burqa di tempat-tempat publik setelah sebuah pertemuan partai yang didedikasikan untuk masalah tersebut pada hari Jumat (6/10).

"Larangan penutup wajah yang akan datang akan mendapat dukungan dari Venstre," kata juru bicara partai liberal tersebut, Jakob Ellemann-Jensen dalam sebuah siaran di radio Denmark, DR seperti dimuat ulang Russia Today.


Ia menegaskan bahwa ini bukan larangan yang ditetapkan untuk agama, namun hanya burqa dan niqab.

Sebelumnya, beberapa anggota partai tingkat tinggi, termasuk wakil pemimpinnya, Kristian Jensen, dan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Tinggi Soren Pind, menentang tindakan tersebut namun sekarang Ellemann-Jensen mengatakan bahwa partai tersebut "bersatu" dalam mendukung langkah tersebut.

Sementara itu, sikap anggota koalisi lainnya, Liberal Alliance (LA), juga berubah drastis. Partai yang menentang larangan tersebut bulan lalu, dengan alasan dapat mengisolasi wanita Muslim dan mencegah mereka meninggalkan rumah mereka sama sekali, sekarang juga mengatakan akan mendukung inisiatif tersebut.

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh DR pada akhir September menunjukkan bahwa 62 persen penduduk Denmark mendukung larangan tersebut, sementara kurang dari satu dari empat yang menentangnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya