Berita

Stephen Paddock/AP

Dunia

TEROR LAS VEGAS

Ayah Pelaku Teror Las Vegas Ternyata Buronan Perampok Bank Paling Dicari FBI

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 16:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pelaku serangan di konser musik Las Vegas yang menyebabkan 59 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya luka-luka, Stephen Paddock ternyata merupakan anak dari buronan perampok bank.

Fakta itu diungkapkan dalam penyelidikan investigator terkait penembakan tersebut. Latar belakang kehidupan Paddock didalami oleh polisi demi mencari tahu motif di balik aksinya untuk melakukan serangan di Mandalay Bay Hotel and Casino.

Dikabarkan CNN bahwa ayahnya yang bernama Benjamin Hoskins Paddock pernah berada di daftar paling dicari FBI.


Benjamin Hoskins Paddock muncul di registri terkenal agensi dari tanggal 10 Juni 1969 sampai 5 Mei 1977 dan digambarkan dalam poster FBI sebagai "didiagnosis sebagai psikopat" dan sebagai individu dilaporkan memiliki "kecenderungan bunuh diri" yang "telah membawa senjata api di komisi perampokan bank. "

Poster tersebut menyatakan bahwa Benjamin Hoskins Paddock, yang dikenal juga oleh beberapa alias termasuk "Big Daddy," "Chromedome" dan "Old Baldy," dihukum karena perampokan bank dan juga pencurian.

Paddock masuk dalam daftar FBI setelah ia melarikan diri dari sebuah penjara federal Texas pada tahun 1960. Ia telah divonis 20 tahun setelah sebuah vonis perampokan bank, menurut sebuah artikel surat kabar 1978 di Eugene Register-Guard.

Artikel tersebut mengatakan Benjamin Hoskins Paddock tinggal di daerah Eugene-Springfield Oregon selama beberapa tahun dengan nama Bruce Werner Ericksen.

Sementara itu, terkait kasus sang anak, dalam investigasi yang sama diketahui bahwa Stephen Paddock, pelaku teror Las Vegas, juga memiliki ketertarikan dengan senjata api, video poker high-limit dan transaksi real estat.

Ia diketahui memiliki pacar yang tinggal bersama baru-baru ini dan sebelumnya ia memiliki dua mantan istri.

Di lokasi penembakan, yakni lantai 32 Hotel Mandala Bay, polisi menemukan setidaknya 10 koper berisi senjata api.

Penegakan hukum dan anggota keluarga masih belum dapat menjelaskan apa yang akan memotivasi pria tanpa catatan kriminal itu melakukan pembantaian paling berdarah di Amerika Serikat.

Pria bersenjata berusia 64 tahun itu bunuh diri di kamar hotel sebelum pihak berwenang tiba.

Clint Van Zandt, mantan juru runding dan supervisor penyanderaan FBI di unit sains perilaku biro mengatakan bahwa Paddock tidak tampak seperti pembunuh massal yang khas. Paddock jauh lebih tua dari tipikal penembak dan tidak diketahui menderita penyakit jiwa demikian seperti dimuat Associated Press.

Meskipun demikian, tindakannya menunjukkan bahwa dia telah merencanakan serangan setidaknya selama beberapa hari.

Catatan publik tidak memberikan petunjuk tentang kesulitan keuangan atau sejarah kriminal, meskipun beberapa orang yang mengenalnya mengatakan bahwa dia adalah penjudi besar. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya