Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pangeran Saudi: Pengemudi Wanita Akan Mengurangi Kecelakaan Mobil

JUMAT, 29 SEPTEMBER 2017 | 14:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pencabutan larangan wanita untuk mengemudi di Arab Saudi diprediksi akan mengurangi jumlah kecelakaan mobil.

Begitu kata Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef (Kamis, 28/9) dalam kicauan di Twitter.

Ia tidak membeberkan bukti ataupun landasan untuk mendukung klaimnya tersebut, namun menjelaskan bahwa wanita yang mengendarai mobil akan mengubah keselamatan lalu lintas menjadi praktik pendidikan.


"Wanita yang mengendarai mobil akan mengubah keselamatan lalu lintas ke praktik pendidikan yang akan mengurangi kerugian manusia dan ekonomi yang disebabkan oleh kecelakaan," tulisnya dalam bahasa Arab seperti dimuat BBC.

Dia juga mengatakan pasukan keamanan negara itu siap menerapkan undang-undang lalu lintas kepada pria dan wanita.

Sebagaimana diketahui bahwa larangan pengemudi wanita di Arab Saudi akan resmi dicabut pada Juni tahun depan. Pengumuman itu dibuat oleh Raja Salman pada tanggal 27 September.

Arab Saudi sendiri memiliki tingkat kematian lalu lintas terburuk di dunia, dengan sekitar 20 korban yang dilaporkan meninggal setiap hari.

Sedangkan di Arab Saudi ada lebih dari 10 juta wanita dewasa, termasuk orang asing.

Statistik menunjukkan bahwa kenaikan jumlah mobil di jalan pasti menyebabkan kenaikan kecelakaan mobil. Di Amerika Serikat, misalnya, jumlah kendaraan meningkat sebesar 3,6 persen antara tahun 2014 dan 2016, dan kematian di jalan naik sebesar 13,6 persen pada saat bersamaan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya