Berita

Dunia

IMF: Negara Kaya Harus Bantu Lebih Atasi Perubahan Iklim

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 19:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dana Moneter Internasional (IMF) menegaskan kepada negara-negara Kaya untuk berbuat lebih banyak demi membantu negara-negara miskin mengatasi perubahan iklim.

Dalam sebuah bab yang dirilis menjelang penerbitan Outlook Ekonomi Dunia bulan depan, IMF yang berbasis di Washington mengatakan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah telah memberikan kontribusi kecil terhadap kenaikan konsentrasi gas rumah kaca dan tidak mampu mengatasi masalah tersebut dari sumber daya mereka sendiri yang sedikit.

"Meningkatnya suhu akan memiliki dampak yang sangat tidak merata di seluruh dunia, dengan beban konsekuensi buruk yang ditanggung mereka yang paling tidak mampu," begitu keterangan pihak IMF seperti dimuat The Guardian.


"Dengan ekonomi pasar yang maju dan berkembang yang menyumbang bagian terbesar dari pemanasan yang telah terjadi sejauh ini dan diproyeksikan akan berlanjut, membantu negara-negara berpenghasilan rendah mengatasi konsekuensinya adalah perintah kemanusiaan dan kebijakan ekonomi global yang masuk akal," sambungnya.

Dengan menggunakan asumsi konservatif, IMF mengatakan bahwa pada tahun 2100 pendapatan per kepala di negara berpenghasilan rendah yang khas akan menjadi 9 persen lebih rendah daripada jika tidak terjadi kenaikan suhu.

Dampak buruk dari perubahan iklim akan berlangsung lama dan akan dirasakan melalui hasil pertanian yang lebih rendah, mengurangi produktivitas di sektor yang terpapar cuaca, investasi yang lebih lemah dan kesehatan yang buruk.

Selain itu, pertumbuhan yang lebih tinggi membatasi pertumbuhan di wilayah panas negara-negara berkembang dan berkembang secara signifikan lebih banyak daripada di negara-negara kaya di negara-negara kaya, yang mendasari pentingnya pembangunan dalam mengurangi kerentanan.

Bab ini mencatat bahwa negara-negara berpenghasilan rendah memiliki kebutuhan pengeluaran yang sangat besar dan sumber daya yang langka untuk melakukan investasi yang diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyetujui serangkaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang harus dipenuhi pada tahun 2030, namun mencapainya akan memerlukan negara-negara miskin untuk meningkatkan belanja publik hingga 30 dari produk domestik bruto. Menurut IMF, hal ini tidak mungkin dilakukan di sebagian besar negara. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya