Berita

Tito Karnavian

Pertahanan

Tito Ngaku Nasihati Filipina Agar Hati-hati Dalam Operasi Militer

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 14:10 WIB | LAPORAN:

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku bertemu langsung dengan pemerintah, Kepala Polisi, Komandan Militer, Menteri Luar Negeri dan Kepala Intelijen Filipina, beberapa waktu lalu.

Dia sempat memberi masukan ke para pemangku kepentingan di Filipina agar berhati-hati dalam menjalankan operasi militer menumpas pemberontak dari kelompok Islam Moro, di Marawi, Filipina Selatan.

"Ini konflik harus dilokalisir agar tidak meluas dan jangan sampai terlalu banyak korban yang tidak perlu, terutama dari masyarakat sipil. Harus ada operasi yang mencari tahu mana yang teroris, mana yang melakukan kekerasan, dan mana yang masyarakat biasa," kata Tito saat mengisi pendidikan dan latihan Komunikator Politik Partai Golkar di  The Sultan Hotel, Jakarta, Sabtu (9/9).


Pesan itu ia sampaikan karena agama Islam mempunyai prinsip "Ummah", yang artinya semua muslim bersaudara. Operasi militer terhadap separatis di Filipina Selatan bisa memicu banyak umat Islam dari banyak negara datang dan bergabung dengan pemberontak.

Tito mengutip pernyataan ilmuwan Samuel P. Hantington yang mengingatkan bahwa peradaban akan berkonflik, terutama peradaban Asia Timur dengan Barat. Bahkan, ada penulis lain dari AS, yang berpendapat AS dan sekutunya sengaja membuat konflik di dunia Islam supaya terjadi pelemahan dunia Islam.

"Makanya ke mana-mana saya selalu mengatakan bahwa jangan harap Islam radikal yang ada di Indonesia akan selesai. Kita hanya mendapat tumpahan konflik dari dunia Islam di wilayah lain. Sepanjang konflik yang terjadi di dunia Islam, Suriah, Iran dan seterusnya, itu akan terus terjadi," tegasnya.

Untuk meminimalisir itu, saran dia, pemerintah Filipina harus melakukan operasi militer dengan hati-hati agar tidak menimbulkan korban di masyarakat sipil. Otoritas Filipina harus membuat suatu operasi yang bisa membedakan siapa teroris, siapa pelaku kekerasan, dan siapa masyarakat biasa.

Hal yang kurang lebih sama juga terjadi di Myanmar. Selama ini, Etnis Rohingya yang kebetulan beragama Islam diburu, diusir atau dibunuh oleh militer negara yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi itu.

"Sama dengan kasus Rohingya, memang kasus etnisitas, tapi melekat bahwa mereka umat Islam. Kalau menggunakan operasi militer, maka tidak bisa membedakan mana yang melakukan penyerangan terhadap polisi, mana yang masyarakat biasa. Itu yang akan membuat masalah baru yang lebih luas. Nanti jihadis dari sana dan dari seluruh dunia bahkan Indonesia bisa datang ke  Myanmar, seperti terjadi di Suriah," ujarnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya