Berita

Suhardi Alius dan Umar Patek/Humas BNPT

Pertahanan

Kepala BNPT Temui Mantan Bomber Di Lapas Porong

SELASA, 15 AGUSTUS 2017 | 20:40 WIB | LAPORAN:

Negara melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membuktikan komitmennya untuk selalu hadir dalam upaya mengurai masalah terorisme dari hulu sampai hilir.

Salah satu program yang dilakukan yakni mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang di dalamnya dihuni narapidana kasus terorisme (napiter).

Hal tersebut terlihat saat Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius mengunjungi Lapas kelas 1, Porong, Sidoarjo untuk menemui mantan bomber, Umar Patek yang selama ini juga dikenal sebagai salah satu perakit bom terbaik di dunia dan tiga napiter kasus Ambon yaitu Ismail Yamsehu, Asep Jaya dan Samsudin alias Fathur pada Selasa (15/8)


"Kami dari BNPT mempunyai program untuk mendatangi lapas-lapas, khusunya untuk mendatangi para narapidana kasus terorisme. Dimana kami berharap dengan kedatangan kami ke lapas-lapas mereka (napiter) bisa berubah selama dalam masa penahanannya," ujar Komjen Pol, Suhardi Alius kepada wartawan usai kunjungan tersebut.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan bahwa keinginan untuk berkunjung ke Lapas Porong ini sudah diinginkannya sejak lama.

Apalagi beberapa bulan lalu dirinya juga mendengar langsung dari  mantan kombatan lainnya, Ali Fauzi dimana Umar Patek ingin bertemu dengan Kepala BNPT.

Mendengar itu saat peresemian masjid dan pesantren Baitul Muttaqien di Ds Tenggulun, Lamongan kemarin saya minta kepada Irjen Pol Hamidin (Deputi III BNPT) untuk menemui dulu Umar Patek di Lapas Porong karena saya saat itu masih belum ada waktu untuk ketemu. Dan sekarang saya punya waktu untuk bertemu sama para napi terorisme lainnya yang ada di Porong ini," katanya

Alumni Akpol tahun 1985 ini mengatakan bahwa, di dalam pertemuan tersebut, selain saling berdiskusi dan berbagio mengenai apa yang dirasakan para napiter saat ini, pihaknya juga memberikan imbauan-imbauan agar menjadi orang yang berguna.

"Saya ingatkan mereka bahwa kita boleh punya masa lalu, tapi kita juga punya masa depan. Selain itu kita sama-sama belomba-lomba dalam kebaikan, kita melupakan masa lalu jadi mari kita merajut hal-hal yang baik. Himbuan ini bukan kepada mereka saja, tapi juga dengan keluarganya," ujar pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1962 ini.

Ia berharap dengan adanya imbauan semacam ini akan lebih menyadarkan para napiter, apalagi menjelang perayaan HUT ke-72 kemerdekan RI di mana banyak diantara mereka yang sudah sadar atas perbuatan masa lalunya yang salah.

"Tapi saya minta kesadaran ini harus terus dilakukan dengan tulus ikhlas. Kalau bangsa ini bersatu kan akan luar biasa,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kadiv Humas Polri ini.

BNPT, kata Suhardi, berkomitmen terus melakukan pendekatan-pendekatan dengan memberikan nasehat-nasehat terhadap para mantan kombatan yang dulunya ‘salah jalan’ untuk dapat kembali ke masyarakat dengan baik.

"Kita melakukan pendekatan dengan menggunakan hati, bukan hanya kepada yang bersangkutan saja, kepada keluarganya pun sepanjang untuk hal baik akan kita fasilitasi dengan baik," ujarnya

Terkait permintaan Umar Patek terhadap status kewarganaegaraan istrinya yang belum menjadi WNI, mantan Wakapolda Metro Jaya ini berjanji akan berkoordinasikan dengan otoritas pemerintahan yang berwenang dalam mengurusi masalah ini.

Usai dari Lapas Porong, Kepala BNPT dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tulungagung dengan menggunakan helikopter dari halaman luar lapas Porong untuk menghadiri acara silaturahmi yang diselenggarakan lembaga pembelajaran Alquran, Institute of Qur’an Reading and Application (IQRA). Acara tersebut dihadiri para elemen masyarakat seperti kyai, ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pejabat daerah.

Dalam kunjungannya tersebut Kepala BNPT didampingi Deputi I BNPT bidang Pencegahan, perlindungan dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Deputi III BNPT bidang Kerjasama Internasional Irjen Pol Hamidin dan Direktur Deradikalisasi Prof, Irfan Idris.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya