Berita

Pengungsi dari AS/BBC

Dunia

Militer Kanada Bangun Ratusan Tenda Untuk Pengungsi Dari AS

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 19:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militer Kanada membangun sebuah kamp untuk menampung jumlah pengungsi yang terus berdatangan dari perbatasan Amerika Serikat.

Mereka yang menyeberangi perbatasan adalah imigran, kebanyakan dari Haiti yang resah dengan kebijakan Donald Trump. Merekamemilih pindah ke Kanada demi masa depan yang lebih baik.

Peningkatan imigran di Kanada yang datang dari perbatasan AS meningkat sejak awal tahun ini, tepatnya sejak Trump disumpah untuk menjadi presiden AS.


Ada lebih dari 3.300 orang menyeberang ke Quebec antara 1 Januari hingga 30 Juni 2017 ini.

Menanggapi tren tersebut, pemerintah Kanada membangun kamp untuk menampung pengungsi yang datang selama mereka menjalani proses aplikasi pengungsi.

Butuh sekitar dua atau tiga hari untuk Canada Border Services untuk memproses 700 aplikasi suaka. Sementara itu, tidak ada tempat bagi mereka untuk tinggal.

Kamp tersebut akan menampung 500 pencari suaka di Saint-Bernard-de-Lacolle, Quebec, dekat Plattsburgh, New York.

Pembangunan tersebut dimulai sekitar satu minggu setelah Montreal mengubah Stadion Olimpiade menjadi tempat berlindung bagi pengungsi yang datang dari AS.

Kamp yang dibangun militer tersebut akan menampung ratusan pencari suaka di tenda-tenda hangat yang dilengkapi dengan lantai dan listrik. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya