Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

PBB: Pemerintah Venezuela Di Balik Kematian 73 Pengunjuk Rasa

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 20:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kantor HAM PBB menyalahkan pasukan pemerintah Venezuela pasca tewasnya 73 orang di antara ribuan orang yang melakukan aksi demonstrasi dalam gelombang protes jalanan empat bulan terakhir.

Temuan awal kantor HAM PBB tersebut yang dirlis Selasa (8/8), menemukan bahwa pasukan keamanan Venezuela diduga bertanggungjawab atas setidaknya 46 kematian sementara kelompok bersenjata pro-pemerintah bertanggung jawab atas 27 lainnya sejak demonstrasi anti-pemerintah dimulai pada bulan April.

Protes tersebut dimulai karena ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasi kerugian finansial yang ditinggalkan oleh kemerosotan harga minyak dunia.


Sementara pihak oposisi menuduh Presiden Nicolas Maduro mencoba mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan mengorbankan institusi demokrasi negara tersebut.

Maduro telah mengecam kekerasan di jalanan, dengan mengatakan bahwa oposisi dan pendukungnya di wilayah tersebut, terutama Amerika Serikat, telah memanfaatkan ketidakpuasan publik untuk menyingkirkannya dari jabatannya.

Total ada 125 orang yang tewas dalam gelombang protes tersebut. Namun tidak dijelaskan siapa yang bertanggungjawab di balik kematian sisa korban tersebut.

Investigasi tersebut dilakukan dari jarak jauh oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad al-Hussein setelah Venezuela menolak untuk mengizinkan akses ke negara tersebut, termasuk 135 wawancara antara tanggal 6 dan 31 Juli dengan korban dan keluarga mereka, saksi, warga sipil Organisasi masyarakat, wartawan, pengacara dan dokter.

Zeid mengatakan dalam pernyataannya bahwa Venezuela telah menggunakan kekuatan sistematis terhadap pemrotes selama empat bulan terakhir.

"Beberapa ribu orang telah ditahan sewenang-wenang, banyak dilaporkan mengalami perlakuan buruk dan bahkan melakukan penyiksaan, sementara beberapa ratus telah dibawa ke pengadilan militer dan bukan pengadilan sipil," kata Zeid dalam pernyataan yang dimuat Press TV.

Dia mengatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas meningkatnya jumlah kasus pelanggaran hak asasi manusia.

"Tanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang kita catat terletak pada tingkat pemerintahan tertinggi," tegasnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya