Berita

Kaki salah satu jasad yang ditemukan/The Guardian

Dunia

Pemanasan Global, Ratusan Jasad Pendaki Alpen Yang Hilang Akan Muncul

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 14:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jasad ratusan pendaki yang hilang di pegunungan Alpen selama satu abad terakhir diperkirakan akan muncul dalam beberapa tahun ke depan.

Begitu peringatan yang dikeluarkan oleh polisi Swiss pekan ini.

Hal itu terjadi dikarenakan pemasan global yang semakin buruk menyebabkan gletser mencari dan membawa jasad-jasad pendaki yang kondisinya terjaga karena beku.


Otoritas Alpen sendiri, seperti dikabarkan The Guardian, mencatat bahwa bulan lalu, ada peningkatan jumlah jenazah manusia yang ditemukan secara signifikan.

Tim penyelamat di Saas Valley di kanton Valais dipanggil awal pekan ini setelah dua pendaki mundur dari pendakian karena menemukan sebuah tangan dan dua sepatu yang menonjol dari gletser Hohlaub.

Tim penyelamat kemudian membongkar bongkahan es tersebut selama sekitar dua jam untuk mengeluarkan jasad. Tim akhirnya berhasil mengeluarkan jasad lengkap dengan cincin dan jam tangan perak srta sepatu.

Jasad itu segera dilarikan dengan helikopter ke Bern, di mana ahli forensik mencocokkan DNA tersebut dengan warga Jerman yang diketahui lahir pada tahun 1943, yang hilang dalam perjalanan pada 11 Agustus 1987, atau 30 tahun yang lalu.

Seorang pekerja penyelamat mengatakan bahwa pria tersebut mengenakan sepatu yang tidak sesuai untuk pendakian di atas gunung es. Diduga ia tewas tergelincir.

Penemuan tersebut datang kurang dari seminggu setelah mayat pasangan Swiss, yang hilang selama 75 tahun, ditemukan di gletser Tsanfleuron.

Selain itu, kamis lalu, jasad orang yang diyakini terbunuh dalam kecelakaan Air India lebih dari 50 tahun yang lalu juga ditemukan di Pegunungan Alpen Prancis, di Gunung Blanc.

Gletser Swiss telah mencair pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kehilangan hampir satu km kubik dalam volume es selama satu tahun terakhir.

Sejak tahun 1850, ketika gletser menutupi 1.735 meter persegi lahan Swiss, luas total menyusut setengahnya, menjadi sekitar 890 km persegi. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya