Berita

Li Shengwu/Net

Dunia

Dijerat Hukum, Cucu Lee Kuan Yew Tak Akan Kembali Ke Singapura

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 12:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Singapura mengumkan bahwa tindakan hukum akan diambil terhadap cucu pendiri negara, Lee Kuan Yew, yakni Li Shengwu.

Langah itu diambil terkait dengan postingan Facebook  Li mengenai perseteruan keluarga yang sedang berlangsung.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Kejaksaan Agung (AGC) mengatakan bahwa mereka mengajukan permohonan untuk menuntut Li Shengwu melalui sebuah posting Facebook bulan Juli di mana dia menuduh pemerintah Singapura secara serampangan membatasi kebebasan berbicara atas masalah tersebut.


Li, seorang akademisi di Harvard University, adalah anak tertua dari Lee Hsien Yang, anak bungsu dari Lee Kwan Yew dan keponakan dari Perdana Menteri Singapura saat ini, Lee Hsein Loong.

Di akun Facebooknya, ia juga memasang tautan ke ringkasan soal perseteruan antara ayahnya, bibi dan pamannya.

Kantor jaksa agung menggambarkan postingan Li di Facebook merupakan bentuk serangan mengerikan dan tidak berdasar terhadap Peradilan Singapura dan merupakan penghinaan terhadap pengadilan.

Li diminta untuk menghapus pos tersebut dan menandatangani sebuah pernyataan permintaan maaf.

Menanggapi hal tersebut, Li tidak secara langsung meminta maaf, melainkan mengklarifikasi komentarnya di sebuah postingan dengan menyebut bahwa niatnya bukanlah untuk menyerang peradilan.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan berusaha membela diri melalui perwakilan hukumnya di Singapura. Namun ia sendiri tidak akan kembali ke negaranya tersebut.

"Saya tidak berniat untuk kembali ke Singapura, saya memiliki kehidupan bahagia dan pekerjaan yang memuaskan di AS," katanya seperti dimuat Channel News Asia akhir pekan ini.

Perselisihan di antara tiga anak Lee Kuan Yew, yakni Lee Hsien Loong, Eksekutif perusahaan Lee Hsien Yang dan ahli saraf Lee Wei Ling, berpusat pada apa yang harus dilakukan dengan rumah ayah mereka yang berusia satu abad.

Lee Kuan Yew, yang secara luas dikreditkan dengan mengubah Singapura dari koloni Inggris menjadi salah satu negara terkaya di Asia, menyatakan keinginannya untuk merobohkan rumah tersebut demi menghindari pembangunan kultus kepribadian di sekitarnya.

Tapi kakak Lee Hsien Loong mengatakan bahwa langkah itu dilakukan Lee karena ada agenda politik di baliknya. Hal itu berulang kali dibantah oleh Lee Hsein Loong. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya