Berita

Sperma/Net

Global

Studi: Jumlah Sperma Pria Barat Menyusut Drastis Sejak 40 Tahun Terakhir

RABU, 26 JULI 2017 | 16:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jumlah sperma yang dimiliki pria-pria Barat saat ini, jumlahnya separuh lebih sedikit bila dibandingkan dengan 40 tahun terakhir.

Begitu bunyi penelitian terbaru sejumlah peneliti dari Universitas Ibrani Yerusalem baru-baru ini.

Seperti dikabarkan The Guardian, merujuk pada temuan tersebut,  antara tahun 1973 dan 2011, konsentrasi sperma dalam ejakulasi pada pria di negara-negara barat telah turun rata-rata 1,4 persen per tahun. Hal itu menyebabkan penurunan keseluruhan sekitar 52 persen.


"Hasilnya cukup mengejutkan," kata Hagai Levine, seorang ahli epidemiologi dan penulis utama studi dari Universitas Ibrani Yerusalem.

Levine menjelaskan bahwa jumlah sperma yang rendah mungkin juga menjadi indikator kesehatan yang lebih buruk di antara pria saat ini secara umum.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction Update oleh tim peneliti internasional itu menghasilkan 185 studi yang dilakukan antara 1973 dan 2011, yang melibatkan hampir 43.000 pria.

Tim peneliti membagi data berdasarkan apakah laki-laki berasal dari negara-negara barat, termasuk Australia dan Selandia Baru serta negara-negara di Amerika Utara dan Eropa, atau negara lain di luar kategori tersebut.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor termasuk usia dan berapa lama pria tidak mengalami ejakulasi, tim menemukan bahwa konsentrasi sperma turun dari 99 juta per ml pada tahun 1973 menjadi 47,1 juta per ml pada tahun 2011. Bila dipresentasekan, maka penurunan mencapai 52,4 persen.

Angka tersebut mengacu pada kelompok pria asal negara-negara Barat.

Sebaliknya, tidak ada kecenderungan seperti itu yang terlihat pada pria di negara lain.

Richard Sharpe, seorang ahli kesehatan reproduksi pria dan profesor di University of Edinburgh, menyambut baik penelitian tersebut. Ia mengatakan bahwa penelitian tersebut telah mengatasi banyak masalah analisis sebelumnya.

Namun demikian, ia menggarisbawahi soal masih adapertanyaan yang belum terjawab, terutama soal apa yang menyebabkan penurunan tersebut. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya