Berita

Nihat Zeybekci/Reuters

Dunia

Austria Larang Menteri Ekonomi Turki Hadiri Perayaan Satu Tahun Kudeta Gagal

SENIN, 10 JULI 2017 | 15:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Austria melarang Menteri Perekonomian Turki Nihat Zeybekci memasuki negara tersebut untuk menghadiri sebuah acara yang menandai ulang tahun kudeta yang gagal tahun lalu di Turki.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Austria awal pekan ini mengatakan bahwa acara tersebut direncanakan sangat besar dan kunjungan tersebut merupakan bahaya untuk ketertiban umum dan keamanan di Austria.

Keputusan tersebut menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh Belanda, yang jelang akhir pekan kemarin memutuskan untuk melarang masuk Wakil Perdana Menteri Turki Tugrul Turkes tidak dipersilakan mengunjungi sebuah upacara di kalangan ekspatriat Turki untuk memperingati ulang tahun tersebut.


Presiden Turki Tayyip Erdogan juga mengeluh minggu lalu bahwa dia tidak diizinkan untuk berbicara dengan orang-orang Turki di Jerman selama kunjungannya ke negara tersebut untuk pertemuan puncak para pemimpin G20.

"Saya dapat memastikan bahwa Menteri Luar Negeri Austria (Sebastian) Kurz telah melarang menteri ekonomi Turki memasuki negara tersebut," jelas juru bicara tersebut.

Pada tahun lalu, Turki telah memenjarakan lebih dari 50.000 orang dan menangguhkan atau memecat sekitar 150.000 orang, termasuk tentara, guru dan pegawai negeri, karena dugaan hubungan dengan ulama Muslim diasingkan yang menyalahkan kudeta tersebut, Fetullah Gulen. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya