Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menginginkan Irjen Pol Paulus Waterpauw fokus memimpin wilayah hukum Polda Sumatera Utara (Poldasu).
Padahal, teman satu angkatan Tito di Akpol 1987 itu mengaku sudah mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Papua untuk Pilkada serentak 2018 mendatang.
"Belum dapat restu dari pimpinan. Yang penting semua mekanisme akan dijalani," ujar Paulus usai serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/7).
Paulus mengatakan telah berkomunikasi dengan pimpinan Polri terkait rencana maju sebagai Bacagub Papua. Artinya, dia siap mengikuti mekanisme resmi internal kepolisian bila sudah resmi ditetapkan sebagai Cagub Papua, yaitu mengundurkan diri dari jabatan Kapolda Sumut.
"Ya, tentu (mundur)," jamin mantan Wakabaintelkam Polri itu.
Paulus mengklaim proses pendaftaran sebagai Bacagub Papua tidak menghambat tugasnya di institusi kepolisian. Paulus memanfaatkan waktu luang menjelang proses serah terima jabatan Kapolda Sumut untuk mendaftar sebagai Bacagub Papua.
Paulus sudah mendaftar sebagai Bacagub Papua untuk Pilkada Serentak 2018 dan telah menyambangi beberapa partai politik untuk dijadikan perahu politik. Partai-partai itu adalah PDI Perjuangan, PKS, Gerindra, dan Golkar.
Namun, hampir bersamaan, Paulus diamanatkan Kapolri untuk menjadi Kapolda Sumut menggantikan Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.
Irjen Pol Rycko (lulusan Akpol 1988) menjabat sebagai Gubernur Akpol yang baru menggantikan Gubernur Akpol sebelumnya, Irjen Anas Yusuf, yang dicopot Tito pasca insiden kematian taruna Akpol akibat penganiayaan senior.
Mutasi itu berdasar salinan telegram rahasia (TR) Nomor ST/1408/VI/2017 tertanggal 2 Juni 2017.
[ald]