Berita

Dunia

Sindikat Narkoba Internasional Gunakan Drone Untuk Awasi Polisi

JUMAT, 30 JUNI 2017 | 20:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah sindikat narkoba internasional kerap menggunakan pesawat tak berawak atau drone untuk melakukan pengawasan terhadap polisi dalam sebuah usaha yang gagal untuk mengimpor 78 blok kokain ke Australia.

Obat-obatan tersebut, dengan nilai diperkirakan mencapai 23 juta dolar AS, diambil dari tiga kantong ransel di dalam kontainer pengiriman di kapal yang tiba di Melbourne dari Panama baru-baru ini.

Empat orang Australia, dua orang Kanada dan seorang warga Inggris ditangkap.


Polisi juga menyita uang tunai sebesar 580.000 dolar AS.

Komisaris Polisi Federal Australia John Beveridge mengatakan operasi tersebut menunjukkan bahwa sindikat obat-obatan terlarang menjadi lebih canggih.

"Mereka menggunakan pesawat tak berawak untuk melakukan pengawasan terhadap penyidik ​​saat melakukan pertemuan mereka," katanya pada hari Jumat (29/6) seperti dimuat BBC.

Dia memuji upaya penyidik ​​untuk menghindari deteksi dengan pengawasan udara.

Setiap tas yang disita dari kapal kargo Spirit of Shanghai, yang tiba di Melbourne pada hari Senin, diduga berisi 26 blok kokain dengan berat total 92kg.

Tujuh pria yang ditangkap tersebut, yang semuanya berusia antara 21 dan 33 tahun, telah didakwa melakukan pelanggaran terkait impor obat. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya