Berita

Taiwan-AS/Reuters

Dunia

AS Bersiap Jual Paket Senjata 1,42 Miliar Dolar AS Ke Taiwan

JUMAT, 30 JUNI 2017 | 16:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat berencana untuk menjual senjata ke Taiwan senilai 1,42 miliar dolar AS.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah telah mengatakan kepada Kongres mengenai tujuh penjualan yang diajukan pada hari Kamis (28/6).

"Sekarang nilainya sekitar 1,42 miliar dolar AS," tegasnya seperti dimuat Reuters.


Ini adalah penjualan pertama di bawah pemerintahan Donald Trump dan sebuah langkah yang pasti akan membuat China geram.

Departemen Luar Negeri mengatakan paket penjualan senjata tersebut termasuk dukungan teknis untuk radar peringatan dini, rudal anti-radiasi kecepatan tinggi, torpedo dan komponen rudal.

Nauert mengatakan bahwa penjualan tersebut menunjukkan dukungan AS untuk kemampuan Taiwan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai, namun tidak ada perubahan pada kebijakan "satu China" yang telah berlangsung lama di Amerika Serikat, yang mengakui Beijing dan bukan Taipei.

Amerika Serikat adalah satu-satunya pemasok senjata ke Taiwan.

Penjualan tersebut, yang memerlukan persetujuan kongres, akan menjadi yang pertama di Taiwan di bawah Trump dan yang pertama sejak penjualan senilai 1,83 miliar dolar AS yang diumumkan mantan Presiden Barack Obama pada bulan Desember 2015, yang membuat China cemas.

Paket sebelumnya termasuk dua frigat angkatan laut selain rudal anti-tank dan kendaraan pengangkut amfibi. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya