Berita

Ilustrasi/Net

Global

Komunitas Pribumi Kanada Ini Darurat Bunuh Diri

SABTU, 24 JUNI 2017 | 20:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah komunitas pribumi Kanada telah mengumumkan keadaan darurat bunuh diri.

Hal itu terjadi menyusul kasus bunuh diri tiga gadis remaja di komunitas tersebut.

Kepala komunitas pribumi yang dikenal juga sebagai Wapekeka First Nation di Ontario utara, Brennan Sainnawap membuat deklarasi tersebut pekan ini.


Kasus bunuh diri terjadi sejak Januari lalu di mana dua gadis yang berusia 12 tahun melakukan aksi bunuh diri. Aksi bunuh diri kembali terjadi pada 13 Juni lalu, korbannya adalah gadis remaja berusia 13 tahun.

Ini adalah krisis bunuh diri terbaru yang menimpa komunitas pribumi tersebut. Tahun lalu, Attawapiskat First Nation di Ontario menyatakan keadaan darurat setelah 11 orang berusaha bunuh diri dalam satu hari.

Selama musim panas, Wapekeka memberi tahu Health Canada bahwa mereka telah menyadari bahwa beberapa gadis telah memasuki sebuah perjanjian bunuh diri dan meminta sekitar 380.000 dolar Kanada untuk menciptakan program pencegahan bunuh diri untuk kaum muda.

Pemimpin desa juga bertemu Perdana Menteri Justin Trudeau untuk membicarakan krisis bunuh diri masyarakat.

Health Canada mengatakan akan mengirimkan dana tapi Wakepeka mengatakan bahwa saat ini hanya menerima seperempat dari apa yang dijanjikan.

Menteri Hubungan Masyarakat Ontario David Zimmer mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa provinsi tersebut bekerja sama dengan mitra regional dan federal untuk membantu mengkoordinasikan tanggapan atas dukungan tambahan.

"Kondisi yang menyebabkan keputusasaan itu rumit dan berlapis-lapis. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengatasi kondisi ini dengan serius," kata Zimmer seperti dimuat BBC. [mel]


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya