Berita

Sejumlah benda peninggalan Nazi yang diambil dari Argentina pekan ini/The Guardian

Global

Mata-mata Nazi Pernah Rencanakan Bom Di Tambang Chile

JUMAT, 23 JUNI 2017 | 19:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi Chile merilis dokumen arsip terkait dengan penyelidikan selama perang dunia kedua yang menemukan bagaimana pendukung Nazi di negara tersebut ternyata telah memasok informasi ke Third Reich dan berencana untuk mengebom tambang di Chile.

Dalam dokumen itu ditemukan fakta bahwa anggota muda keluarga keturunan Jerman menjalani pelatihan paramiliter di Chile selatan, sementara pendukung Nazi di negara tersebut secara rutin mengirimkan informasi ke Jerman mengenai rute kapal dagang sekutu.

Penemuan itu muncul di minggu yang sama dengan tembusan artefak Nazi ditemukan tersembunyi di balik rak buku di Buenos Aires, ibu kota Argentina.


Ada dukungan signifikan di Chile dan Argentina untuk kekuatan Axis selama perang dunia kedua.

Setelah penghentian permusuhan, banyak pejabat Nazi terkemuka melarikan diri dari Eropa untuk bersembunyi di Amerika Selatan.

Dalam dokumen yang sama ditemukan juga bahwa polisi Chile pada saat itu menangkap sekitar 40 orang akibat penyelidikan mereka dan menemukan buku-buku, radio, dan senjata api serta rencana untuk mengebom tambang di Chili utara.

Sebanyak 80 berkas dokumen tersebut diserahkan secara resmi ke kantor arsip nasional negara tersebut pada hari Kamis (22/6) dan akan tersedia untuk umum.

"Sampai kemarin, ini adalah rahasia negara," kata anggota parlemen Chile Gabriel Silber setelah sebuah upacara untuk menyerahkan berkas-berkas tersebut.

"Mungkin, mulai hari ini, kita akan mengenali sebuah kebenaran yang tidak nyaman yang sayangnya beberapa tokoh politik dan bisnis di Chile mendukung Nazi," sambungnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya