Berita

Pangeran Mohammed bin Salman/Net

Dunia

Mengenal Lebih Dekat Calon Raja Arab Saudi Selanjutnya

KAMIS, 22 JUNI 2017 | 17:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Putra Mahkota Arab Saudi yang baru, Mohammed bin Salman dipandang sebagai wajah Arab Saudi modern.

Tidak seperti generasi tua keluarga kerajaan Saudi, dia telah memeluk perhatian media, citranya terus berlanjut di papan reklame dan televisi. Dia juga adalah kekuatan pendorong di balik 'Vision 2030', rencana ekonomi jangka panjang kerajaan untuk menghilangkan ketergantungan pada minyak, dan populer karena reformasinya terhadap birokrasi negara yang tidak efektif di negara tersebut.

Mengenal lebih dekat calon Raja Arab Saudi mendatang ini, berikut profil singkatnya, diambil dari Al Jazeera.


Mohammed bin Salman lahir pada tanggal 31 Agustus 1985. Ibunya, Putri Fahda binti Falah binti Sultan binti Hathleen, berasal dari suku Ajman, yang pemimpinnya adalah ayah sang putri, Rakan bin Hathleen.

Pada tahun 2008, Mohammed bin Salman menikahi Putri Sarah binti Mashhoor bin Abdulaziz Al Saud, dan bersama-sama mereka memiliki tiga anak.

Ia mengenyam pendidikan dasar di Riyadh, ibu kota negara tersebut, di mana dia berada di antara 10 besar siswa kerajaan tersebut.

Ia memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas King Saud. DI waktu bersamaan, ia juga mengikuti berbagai program pelatihan.

Setelah lulus, Mohammed bin Salman mendirikan sejumlah perusahaan sebelum dia terlibat dalam pekerjaan pemerintah.

Di badan-badan pemerintah, ia pernah mengemban sejumlah jabatan penting seperti sekretaris jenderal Dewan Kompetitif Riyadh, penasihat khusus ketua dewan untuk Yayasan King Abdulaziz, dan anggota dewan pengawas bagi masyarakat Albir untuk pembangunan.

Sebagai bagian dari karya filantropisnya, Mohammed bin Salman juga mendirikan MiSK Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk menumbuhkan pembelajaran dan kepemimpinan di masa muda Saudi, dan mengembangkan perusahaan pemula di negara ini melalui berbagai program inkubasi bisnis.

Pada tahun 2013, dia mendapat penghargaan "Personality of the Year" oleh Forbes Middle East untuk perannya sebagai ketua Pusat Pemuda Raja Salman, yang juga dikenal sebagai Yayasan MiSK, sebagai pengakuan atas dukungannya terhadap pemuda Saudi dan perkembangan mereka.

Mohammed bin Salman memulai perjalanan politiknya saat dia menjadi penasihat penuh waktu untuk dewan menteri selama dua tahun di tahun 2007. Pada tahun 2009, dia menjadi penasihat khusus untuk ayahnya, yang merupakan gubernur Riyadh pada saat itu, dan terus melanjutkan melayani komisi ahli kabinet Saudi sebagai konsultan paruh waktu sampai Maret 2013.

Mohammed bin Salman diangkat sebagai Menteri Pertahanan pada tanggal 23 Januari 2015, mengikuti aksesi ayahnya ke takhta. Pada tahun yang sama, dia diangkat sebagai wakil Putra Mahkota.

Langkah Mohammed bin Salman yang paling menonjol saat menjadi Menteri Pertahanan adalah memimpin Operasi Decisive Storm, sebuah koalisi pimpinan-Arab di Yaman, yang diluncurkan dua bulan setelah pengangkatannya. Operasi tersebut terdiri dari delapan negara Arab Sunni-Muslim yang memerangi pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman.

Pangeran mahkota baru ini juga dikatakan menggerakkan kebijakan luar negeri yang jauh lebih agresif untuk melawan pengaruh saingan berat Iran.

Mohammed bin Salman menghabiskan beberapa tahun sebagai ajudan pribadi ayahnya. Dia sebelumnya adalah presiden Pengadilan Kerajaan ayahnya, saat Raja Salman menjadi putra mahkota, di mana dia mulai memperkenalkan perubahannya sendiri.

Selain itu, Mohammed bin Salman juga memimpin Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan, yang mengawasi urusan ekonomi kerajaan, yang pada akhirnya membentuk kebijakan politik dan keamanannya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya