Berita

Ilustrasi/Net

Global

Sudan Selatan Tak Lagi Jadi Negara Yang Kelaparan

RABU, 21 JUNI 2017 | 20:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sudan Selatan kini tidak lagi diklasifikasikan sebagai negara dalam kelaparan, menyusul peningkatan bantuan yang datang.

Begitu bunyi laporan terbaru yang dikeluarkan oleh PBB.

Kendati demikian, bukan berarti kondisi di Sudan Selatan tak lagi jadi sorotan. Pasalnya, jumlah orang yang berisiko kelaparan telah meningkat pada bulan lalu.


Kelaparan tersebut pertama kali diumumkan pada bulan Februari lalu dan merupakan adalah yang pertama diumumkan di dunia sejak 2011.

Konflik bersenjata, panen rendah dan harga pangan yang melonjak dipersalahkan atas situasi tersebut.

Puluhan ribu orang telah meninggal dan jutaan orang mengungsi sejak pertempuran meletus di negara tersebut lebih dari tiga tahun lalu.

Laporan Klasifikasi Tingkat Keamanan Pangan Terintegrasi (IPC) mengatakan bahwa 1,7 juta orang masih menghadapi tingkat kelaparan darurat.

IPC menambahkan bahwa jumlah yang berisiko kelaparan telah meningkat menjadi enam juta, naik dari 5,5 juta bulan lalu.

Dikabarkan BBC bahwa PBB mengatakan, dunia menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua, dengan total hampir 20 juta orang menghadapi kelaparan di Nigeria timur laut, Somalia dan Yaman, serta Sudan Selatan. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya