Berita

Emmanuel Macron/Net

Global

Sekutu Top Emmanuel Macron Mundur Dari Pemerintahan Perancis

RABU, 21 JUNI 2017 | 16:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Kehakiman Prancis, François Bayrou mengajukan pengunduran dirinya (Rabu, 21/6), hanya selang beberapa jam sebelum Presiden Emmanuel Macron merombak pemerintahannya.

Partai sentris MoDem sekarang kehilangan tiga jabatan di kabinet Macron dalam waktu 24 jam.

MoDem, yang bersekutu dengan partai Macron La République en Marche (LREM), menghadapi penyelidikan atas klaim bahwa mereka menggunakan dana Uni Eropa untuk membayar pekerja partai.


Dikabarkan BBC, Menteri Pertahanan dan mantan MEP Sylvie Goulard adalah menteri Kementerian Kehakiman pertama yang menyerahkan pengunduran dirinya pada hari Selasa (20/6).

Sebelumnya juga, sekutu dekat Macron Richard Ferrand mengundurkan diri pada hari Senin, di tengah tuduhan yang tidak terkait, dia menggunakan informasi orang dalam untuk mendapatkan kesepakatan properti yang menguntungkan bagi istrinya saat dia menjadi kepala dana asuransi kesehatan bersama.

Ferrand dan Goulard sama-sama membantah melakukan kesalahan.

Namun, tuduhan tersebut telah membayangi pemerintahan baru. François Bayrou merupakan sosok yang menjelaskan rincian RUU untuk membersihkan politik.

RUU tersebut termasuk menghentikan politisi yang mempekerjakan anggota keluarga mereka sendiri, larangan hingga 10 tahun untuk anggota parlemen dan senator yang terbukti melakukan korupsi atau kecurangan, dan reformasi pembiayaan partai. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya