Berita

Pangeran Mohammed bin Salman (kiri) menggantikan pangeran Mohammed bin Nayef (kanan) sebagai putra mahkota/BBC

Global

Raja Salman Tunjuk Anaknya Jadi Putra Mahkota Baru

RABU, 21 JUNI 2017 | 14:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raja Arab Saudi menunjuk putranya, yakni Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota awal pekan ini.

Dengan penunjukkan tersebut, maka Mohammed bin Salman akan menggantikan keponakannya, Mohammed bin Nayef yang semula ditunjuk sebagai Putra Mahkota.

Keputusan Raja Salman juga berarti bahwa Pangeran Mohammed bin Salman yang kini berusia 31 tahun, akan menjadi wakil perdana menteri sambil tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Pertahanan.


Sementara itu, dengan pergantian Putra Mahkota itu maka Pangeran Mohammed bin Nayef yang kini berusia 57 tahun juga telah dihapus dari perannya sebagai kepala keamanan dalam negeri.

Keputusan Raja Salman untuk mempromosikan anaknya dan mengkonsolidasikan kekuasaannya didukung oleh 31 dari 34 anggota Dewan Allegal, yang terdiri dari anggota senior keluarga Al Saud yang berkuasa.

Dikabarkan BBC dengan merujuk pada media pemerintah, SPA, Pangeran Mohammed bin Nayef berjanji setia kepada pangeran mahkota yang baru.

Sebagai informasi bahwa Raja Salman yang kini berusia 81 tahun, masuk tahta pada bulan Januari 2015 setelah kematian saudara tirinya Abdullah bin Abdul Aziz.

Dia mengumumkan reshuffle kabinet utamanya yang pertama beberapa bulan kemudian, menunjuk Pangeran Mohammed bin Nayef sebagai putra mahkota dan Pangeran Mohammed bin Salman sebagai wakil pangeran mahkota.

Sebagai menteri pertahanan dan wakil pangeran mahkota, dia telah memimpin perang Arab Saudi di Yaman, dan mengawasi kebijakan energi kerajaan tersebut.

Pangeran Mohammed bin Nayef adalah kepala keamanan kerajaan selama bertahun-tahun dan dikenal karena pendiriannya yang kuat melawan militan jihad.

Dia telah memimpin portofolio kontra terorisme, dan memiliki hubungan baik dengan sekutu Barat Arab Saudi, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya