Berita

Emmanuel Macron/Net

Dunia

Komposisi Parlemen Perancis Seimbang Gender

SENIN, 19 JUNI 2017 | 19:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hasil pemilu Perancis yang rampung dihitung awal pekan ini menunjukkan semakin banyak jumlah wanita yang masuk ke parlemen.

Dari 577 anggota parlemen yang baru terpilih, sebanyak 223 di antaranya adalah perempuan. Angka ini mengalahkan rekor sebelumnya serta menunjukkan seimbang gender di parlemen.

Menurut data Union Inter-parliamentary, hasil tersebut membuat Perancis lompat dari semula urutan 64 menjadi urutan 17 dalam daftar peringkat perwakilan parlemen perempuan dan ke posisi 6 di Eropa, menyalip Inggris dan Jerman.


LREM, yang memenangkan mayoritas dalam pemungutan suara hari Minggu, memiliki proporsi perempuan tertinggi yang dipilih, yaitu sebanyak 47 persen.

"Untuk pertama kalinya di bawah Republik kelima (pascaperang), Majelis Nasional akan diperbarui secara mendalam, lebih beragam, lebih muda," kata presiden partai tersebut, Catherine Barbaroux.

"Tapi yang terpenting, izinkan saya untuk bersukacita, karena ini adalah peristiwa bersejarah untuk representasi perempuan di Majelis Nasional," smabungnya seperti dimuat Reuters.

Perwakilan perempuan di Majelis Nasional telah meningkat dengan signifikan, dari 12,3 persen pada pemilu 2002 menjadi 38,6 persen kali ini.

Namun kebanyakan partai masih menyiapkan lebih banyak pria untuk pemilihan, meskipun Prancis memiliki sistem di mana dana partai dibatasi jika perempuan tidak membentuk setidaknya 49 persen kandidat.

Calon perempuan juga cenderung bertahan di daerah pemilihan yang tidak mungkin mereka dapatkan, menjaga jumlah wanita yang sampai di pinggiran Palais Bourbon.

"(Partai Macron) En Marche secara proaktif memutuskan untuk memberikan kursi kemenangan kepada wanita," kata Brune Poirson yang mengalahkan Front Nasional kanan untuk dipilih di distrik Vaucluse di Prancis tenggara.

"Biasanya partai politik mengalokasikan kursi wanita yang hampir tidak mungkin untuk menang, jadi mereka bisa mengatakan 'hei, kita memiliki kandidat wanita sebanyak laki-laki,'" tambah Poirson, seorang pemula parlemen dengan gelar magister ilmu politik dari Harvard dan London School Ekonomi.

Poirson memutuskan untuk menjadi kandidat pada bulan Januari saat Macron mengirim sebuah video ke anggota LREM yang meminta lebih banyak wanita untuk menempatkan diri mereka di depan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya