Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

PBB: 65 Juta Orang Menjadi Pengungsi Di Seluruh Dunia Saat Ini

SENIN, 19 JUNI 2017 | 15:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB memperingatkan bahwa saat ini ada sekitar 65,6 juta orang yang merupakan pengungsi, pencari suaka, atau pengungsi internal di seluruh dunia.

Per akhir 2016 lalu, ada peningkatan sekitar 300 ribu pengungsi dan pencari suaka bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ini adalah kenaikan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan periode 2015 ke 2015, saat angka naik menjadi lima juta.


Namun komisaris tinggi PBB untuk pengungsi Filippo Grandi mengatakan bahwa ini masih merupakan kegagalan diplomasi internasional yang menyedihkan.

"Dunia nampaknya tidak bisa berdamai," kata Grandi.

"Jadi Anda akan melihat konflik lama yang terus berlanjut, dan konflik baru meletus, dan keduanya menghasilkan perpindahan, perpindahan paksa adalah simbol perang yang tidak akan pernah berakhir," sambungnya seperti dimuat BBC.

Grandi juga memperingatkan bahwa beban tersebut ditempatkan di banyak negara termiskin di dunia, karena sekitar 84 persen orang terlantar di dunia tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan miskin.

"Bagaimana saya bisa meminta negara-negara dengan sumber daya yang jauh lebih sedikit, di Afrika, di Timur Tengah, di Asia, untuk membawa jutaan pengungsi jika negara-negara kaya menolak melakukannya?" sambungnya.

PBB mengatakan bahwa pihaknya berharap jumlah pemindahan rekor hari Senin akan mendorong negara-negara kaya untuk berpikir ulang agar tidak hanya untuk menerima lebih banyak pengungsi, namun juga untuk berinvestasi dalam promosi perdamaian, dan rekonstruksi. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya