Berita

Dunia

Universitas Cambride Tolak Permintaan Pengembalian Artefak Aborigin

SABTU, 17 JUNI 2017 | 17:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

University of Cambridge menolak permintaan seorang pria Australia untuk mengembalikan artefak asli Aborigin yang diambil oleh penjelajah Inggris Kapten James Cook hampir 250 tahun yang lalu.

Pria Australia yang meminta pengembalian artefak itu adalah Rodney Kelly. Ia meminta dikembalikannya empat tombak dari Museum Arkeologi dan Antropologi universitas atas nama orang-orang Gweagal, yang secara tradisional mendiami bagian selatan Sydney, kota terbesar di Australia.

Menurut universitas tersebut, Cook mengambil tombak tersebut setelah pertemuan pertama yang penuh kekerasan antara orang Aborigin dan orang Eropa di tepian Botany Bay di Sydney pada tahun 1770. Dia juga membawa perisai, yang saat ini dipegang oleh British Museum.


Artifak diakui sebagai simbol kontak pertama yang signifikan antara orang Inggris dan pribumi Australia dan perlawanan Aborigin terhadap penjajahan. Namun, Universitas Cambridge telah menolak permintaan pengembalian mereka yang diajukan oleh Kelly.

"Melepaskan sebagian koleksi Cook-Sandwich, yang memiliki kepentingan sejarah, ilmiah dan pendidikan yang besar secara nasional dan internasional, akan menyebabkan kerugian besar dengan mengurangi pengumpulan integritasnya," kata seorang juru bicara dalam sebuah pernyataan kepada Reuters akhir pekan ini.

Universitas tersebut mengatakan bahwa permintaan tersebut tidak berisi usulan yang jelas untuk perumahan dan melestarikan tombak jika mereka dikembalikan, dan menambahkan bahwa penting agar setiap permintaan perubahan dilakukan dengan perwakilan terakreditasi dari orang-orang Gweagal.

Kelly, yang mengajukan permintaan resmi untuk repatriasi tombak pada bulan November tahun lalu, mengklaim sebagai keturunan langsung dari prajurit Gweegal Cooman, yang darinya dia mengklaim tombak dan perisai diambil.

Namun, sebuah laporan yang disiapkan oleh University of Cambridge telah mempertanyakan kemampuan Kelly untuk membuktikan keturunannya.

Pendaratan Cook di Botany Bay pada tanggal 29 April 1770 menandai titik kontak pertama antara Inggris dan Aborigin dan mendahului kedatangan gelombang pertama penjajah ke Australia delapan tahun kemudian.

Dua orang Aborigin yang memegang tombak mencoba menahan pendaratan Cook dan satu terluka oleh tembakan musket Inggris, kata universitas tersebut. Gweagal kemudian mundur dan Cook dan krunya memasuki perkemahan mereka dan mengambil tombak dan perisai. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya