Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

Kemenaker Gandeng TNI Cegah TKI Ilegal Via 'Jalur Tikus'

SELASA, 04 APRIL 2017 | 15:39 WIB | LAPORAN:

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggandeng TNI untuk mencegah terjadinya perdagangan manusia, melalui kegiatan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemenaker, Soes Hindharno mengatakan, akan dilakukan penandatanganan ‎nota kesepahaman (Memorandum of Understanding /MoU), antara Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, untuk memberantas pengiriman TKI dari pelabuhan ilegal atau disebut pelabuhan tikus.

"Kebetulan kami telah mendampingi Pak Menteri ke Panglima TNI, beliau diminta MOU dengan kemenaker, kita subtansi MuU untuk mencegah jalur tikus," k‎ata Soes di Jakarta.


Soes menuturkan, dengan ada kerja sama ‎tersebut, Panglima TNI bisa memerintahkan jajarannya menertibkan kegiatan pengiriman TKI ilegal, yang biasa memanfaatkan transportasi laut.

"Kita bekerjasama dengan Panglima TNI agar memerintahkan Kepala Staf Angkatan Laut, untuk mengendus yang mencoba ilegal," terang Soes.

Soes menyebutkan negara yang menjadi sasaran TKI ilegal adalah Malaysia, karena letak wilayahnya berdekatan dengan Indonesia.

‎"Informasinya ada 400 jalan tikus ke Malaysia. Saking banyaknya jalan tikus ini simpulkan 400," tutur Soes.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya