Berita

Wiranto/Net

Pertahanan

Wiranto: Ada Pihak Yang Inginkan Perpecahan di Indonesia

SENIN, 20 MARET 2017 | 17:57 WIB | LAPORAN:

Ancaman terbesar yang dihadapi Indonesia datang dari dalam negeri. Ada sejumlah pihak yang menginginkan perpecahan terjadi di tanah air.

Begitu dikatakan Menko Polhukam, Wiranto dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/3).

Hal yang sama diutarakan dia dalam sambutan di Perayaan Cap Go Meh bersama 2017 yang diadakan Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT), kemarin.


"Kejahatan narkoba, terorisme, radikalisme, korupsi, illegal logging, illegal fishing dan sebagainya, itu ada dan kelihatan. Tapi sebenarnya yang sangat berbahaya adalah ancaman perpecahan dari bangsa sendiri," jelasnya.

Untuk dapat menghindari ancaman tersebut, Wiranto berpesan agar masyarakat membangun semangat toleransi dan solidaritas bersama agar benih perpecahan tidak tumbuh di Tanah Air.

"Semangat toleran artinya masyarakat bisa merasakan penderitaan orang lain, bisa merasakan kesulitan orang lain dan selanjutnya dengan ikhlas ikut meringankan beban mereka itu," kata dia.

Di perayaan Cap go Meh tersebut, Wiranto pun memberikan tiga pesan kepada warga etnis Tionghoa agar ikut membangun semangat toleransi dan solidaritas di tengah-tengah masyarakat.

"Pertama, kita harus merasa memiliki negeri ini. Kedua, masyarakat harus wajib membela negeri ini, bukan hanya membela negara tapi membela masyarakat, teman-teman, kaum fakir miskin dan duafa. Kemudian ketiga, harus mampu selalu mengintrospeksi diri seberapa besar sumbangan yang telah diberikan pada negeri ini," ucap mantan Panglima ABRI itu.

"Kalau 3 hal ini dapat dilaksanakan, maka Cap Go Meh ini merupakan kebangkitan kita sebagai bangsa utamanya masyarakat Tionghoa untuk membangun kebersamaan, membangun toleransi, dan memberikan sumbangsih untuk mengatasi kesenjangan," sambungnya.

Wiranto pun mengingatkan pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa. Menurut dia, membangun toleransi di antara masyarakat ada dua cara. Pertama yaitu dengan cara menahan diri dan Kedua, membantu mereka yang membutuhkan bantuan dengan cinta kasih.

"Kalau hal itu dilakukan niscaya akan terbangun kepercayaan dan kecintaan antar sesama warga masyarakat," ucap dia.

Sementara itu, Ketua Pembina Forum Bersama Indonesia Tionghoa, Murdaya Poo mengapresiasi kehadiran Menko Polhukam dalam forum yang ia gelar. Menurut Murdaya Kedatangam Wiranto menambah keyakinan bahwa etnis Tionghoa merupakan bagian dari Indonesia.

Apalagi, dengan adanya UU 12/2006 tentang WNI, sehingga etnis Tionghoa memiliki status dan hak yang sama, sehingga tidak ada lagi istilah pribumi dan non pribumi, asli dan tidak asli.

"Suku Tionghoa tidak pernah absen dalam menyeimbangkan bangsa khususnya di sektor ekonomi dan olahraga," kata Murdaya Poo.

Murdaya menambahkan, di dunia sektor riil d banyak potensi suku Tionghoa dan suku-suku lainnya yang bisa bersatupadu secara sesuai jenjangnya. Yaitu lapisan masyarakat level bawah, level tengah dan level atas.

"Semua bisa Saling mengisi kompak berkarya nyata, dihimbau kepada segenap warga bangsa untuk bersatu, berpegang teguh pada 4 pilar penyelamat bangsa Indonesia yaitu, UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki SDM yg besar diatas 200juta jiwa merupakan pasar domestik yang tidak kecil, potensi kecerdasan tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain didunia, kekayaan alam yang berlimpah, jika semua itu dikelola dengan benar dan baik oleh para warga bangsa Indonesia sendiri, maka Indonesia akan Jaya, namun jika warga bangsa Indonesia tidak peduli.

"Maka siapa lagi yang bisa diharapkan untuk memajukan negeri kita ? Bangsa lain sibuk memajukan negeri mereka masing-masing, mana ada kepentingannya untuk memajukan negeri kita, kalau tidak waspada kekayaan alam kita bisa dirampok habis, kita akan seperti dijajah lagi secara bentuk modern," jelasnya.

Murdaya menjelaskan, seluruh suku bangsa Indonesia sudah saat nya bangkit dan bersatu, jangan saling menjatuhkan karena akan merugikan negeri kita sendiri, tempat seluruh rakyat Indonesia berlindung dan bermata pencaharian, berkarya nyata, dan seterusnya sampai diakhir hidupnya.

"Kita jangan saling marah dan benci, karena jadinya membakar diri sendiri, membakar negeri serta bangsanya sendiri. maka bersatulah, dengan jiwa besar dan bijaksana menyadari kemana negeri kita akan kita bawa. Indonesia sangat besar cukup untuk menghidupkan warga rakyatnya," tukasnya. [sam]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya