Berita

foto: net

Dunia

BOM BRUSSEL

El Bakraoui Bersaudara Menebar Maut Di Brussel

RABU, 23 MARET 2016 | 17:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kepolisian Belgia berhasil mengidentifikasi dua orang pelaku bom bunuh diri di Bandara Zaventem dan stasiun kereta Maelbeek, di Brussel.

Keduanya adalah pasangan bersaudara bernama Khalid dan Brahim El Bakraoui.

Kantor berita Belgia RTBF mengutip sumber kepolisian menyebutkan bahwa Brahim bertugas sebagai pembom bunuh diri di bandara Zaventem. Ledakan itu menewaskan 14 orang.


Sedangkan Khalid adalah pelaku bom bunuh diri di stasiun metro Maelbeek, yang menimbulkan korban nyawa 20 orang.

RTBF juga mengabarkan bahwa El Bakraoui bersaudara memiliki catatan kriminal kepolisian.

Khalid El Bakraoui (27) diketahui menggunakan nama palsu untuk menyewa flat di kawasan Forest, Brussel. Di kawasan ini juga kepolisian menembak mati terduga teroris bersenjata api pada Selasa pekan lalu.

Khalid juga tercantum di situs Interpol sebagai buronan kasus terorisme. Ia pernah dipenjara selama lima tahun pada 2011 karena pencurian mobil.

Sementara saudaranya, Brahim (30) pernah dijatuhi hukuman pidana pada bulan Oktober 2010 dalam kasus penembakan terhadap polisi.

Brahim El Bakraoui diyakini sebagai salah satu sosok mencurigakan yang tertangkap kamera CCTV di bandara Zaventem, beberapa saat sebelum bom meledak.

Sebelumnya muncul klaim dari militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) bahwa para anggotanya yang melakukan serangan dengan sabuk berbahan peledak.

Dikutip dari CNN, pihak berwenang di Brussels menyatakan terlalu cepat untuk menyimpulkan kelompok di balik serangan bom di bandara Zaventem dan stasiun kereta Maelbeek yang menewaskan 34 orang kemarin pagi.

Dari foto yang dimiliki Kepolisian Belgia, ada tiga orang yang mereka duga kuat menjadi tersangka serangan di bandara. Mereka bertiga tertangkap kamera sedang mendorong troli di bandara.

Aparat keamanan menyatakan bahwa pihaknya sedang mencari pria yang dalam gambar ada di paling kanan. Pria tersebut mengenakan jaket dan kemeja berwarna terang dan topi berwarna gelap.[ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya