Berita

Puncak Milad IMM Akan Dihadiri Perwakilan 52 Negara

SELASA, 08 MARET 2016 | 19:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) makin mendunia. IMM semakin berpengaruh di tataran Internasional, dan hal ini kian terasa pada momentum Milad IMM yang ke-52 dan menyambut Muktamar ke XXII.

DPP IMM melalui Bidang Hubungan Luar Negeri melibatkan utusan pemuda dari berbagai negara untuk merayakan Milad. IMM merayakannya dengan dengan menggelar acara yang akan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dunia, yaitu International Youth Conference On Countering Terrorism, bertema "Policing Terrorism: A New Way Of Combating Extremism".

Rangkaian acara tersebut akan digelar di Jakarta 13-16 Maret mendatang. Sedangkan Puncak Perayaan Milad IMM diagendakan pada 14 Maret bersamaan dengan pembukaan acara internasional tersebut.


Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP IMM, Ela Nofitasari, mengatakan, seminar dan konferensi internasional akan bertempat di Nusantara V, Kompleks Gedung MPR/DPR Senayan. Ketua MPR akan menjadi pembicara utama dalam acara tersebut dan dilanjut dengan konferensi selama dua hari.

"Kami ingin menggagas sebuah solusi yang damai dalam memerangi terorisme dan kami menyebutnya  sebagai jalan baru penanggulangan kasus teror. Banyak pemuda dari semua belahan dunia akan hadir dalam konferensi ini. Sejauh ini, dari data di panitia, sudah 52 negara akan mendelegasikan pemudanya,” kata Ela.

Acara ini juga akan dimeriahkan dengan pagelaran Budaya Nusantara dan Culture Peformance dari 52 negara. Tokoh- tokoh nasional juga dijadwalkan akan hadir untuk mewarnai forum dan turut memberikan gagasannya.

Mereka antara lain KH.Hasyim Muzadi (KetuaPBNU 1992-2002), Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul, Mu’ti, Prof. Buya Syafi’I Ma’arif, Irjen Pol. Prof. Yanyan Muhammad Yani, Dr. M. Busyro Muqoddas. Komjen Pol  Saud Usman Nasution, dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Juga ada nama politisi senior, Rachmawati Sukarno Putri selaku Pendiri Yayasan Universitas Bung Karno dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake, Jr serta para Duta Besar antara lain dari Austraia, Turki dan para tokoh muda dari berbagai negara.

Menurut Ela, pengalaman Indonesia dalam menangani tindak terorisme telah banyak mendapat pujian oleh masyarakat internasional, namun demikian banyak juga kritik yang dilontarkan oleh para tokoh nasional terhadap cara penanganan tersebut yang dirasa kurang efektif.

Bagi IMM, persoalan terorisme adalah kasus yang sangat sensitif yang dapat dengan mudah mengusik rasa kemanusiaan dan keadilan bagi setiap anak bangsa. Terlebih bila penanganannya menggunakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa dan menimbulkan keresahan sosial yang amat luas. Di sisi lain, kelompok teroris juga sering menampakkan cara-cara kekerasan sehingga memunculkan reaksi yang sama dari pihak aparat.

Ketua Umum DPP IMM, Beni Pramula, mengatakan, IMM ingin memberikan perspektif baru pada dunia, kesepahaman bersama dan mengajak untuk beritikad bersama.

"Bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, agama yang damai untuk kehidupan berbangsa dan bernegara di belahan dunia manapun. Kami percaya bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan. Kekerasan, terorisme, ancaman, radikalisme tidak dibenarkan oleh agama manapun," tegasnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya