Berita

imam nahrawi/net

Olahraga

Menpora Desak Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Usai ILC

Istri Jubir Kemenpora Jadi Korban
RABU, 02 MARET 2016 | 08:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengecam keras terjadinya keributan dan pengeroyokan yang terjadi setelah acara diskusi Indonesian Lawyers Club (ILC) di Jakarta, Selasa malam (1/3).

Setelah acara diskusi yang ditayangkan live oleh TV One itu, sekelompok orang memukuli narasumber diskusi yaitu pendiri Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI), Partoba Pangaribuan.

Dalam insiden itu, istri dari jurubicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, juga menjadi korban. Sang istri, yang mendampingi Gatot sebagai perwakilan pemerintah, terkena pukulan pada bagian lengan.


"Keributan, apalagi diduga kuat ada upaya pengeoroyokan usai acara diskusi ILC, merupakan cara-cara premanisme yang memalukan. Saya mendukung penuh jika peristiwa ini dilaporkan ke polisi dan meminta kepolisian segera menyelidikinya," kata Imam Nahrawi.

Ia lebih geram karena ada istri dari pejabat Kemenpora yang mewakili pemerintah, ikut menjadi korban.

Menurut Menpora, seharusnya ada kesiapan dan jaminan perlindungan keamanan yang optimal dari penyelenggara diskusi. Apalagi, tema diskusi yang dibahas cukup "panas", dan acara itu melibatkan kelompok supporter.

Ia juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada dalang keributan yang ingin menebar ancaman terhadap pihak-pihak yang selama ini mengkiritik PSSI.

"Polisi harus bertindak, negara tidak boleh dikalahkan oleh oknum suporter atau preman," tegas Imam.

Jubir Kemenpora, Gatot Dewa Broto, membenarkan istrinya ikut kena pemukulan.

"Istri saya pas di dekatnya (Partoba). Saya tidak diganggu, tapi saya kecewa karena istri saya kena. Saya sangat kecewa," tutur Gatot. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya