Berita

Kantor Berita Radio Menangkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro

SELASA, 19 JANUARI 2016 | 15:37 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Hermawan Arifianto dari Kantor Berita Radio (KBR) memenangkan Anugerah Adinegoro untuk karya jurnalistik kategori radio melalui siaran feature berita berjudul "Menelusuri Sejarah Kelam Pembantaian Dukun Santet" yang disiarkan pada 25 Maret 2015.

Juri kategori radio, Errol Jonathans, Chandra Novriadi dan Awanda Erna memberikan nilai tertinggi yaitu 260, menggungguli karya lain berjudul "Melebur alur, menangkal libur, di SDN pasang surut" dari RRI Banjarmasin yang mendapat nilai 242.

"Karya-karya yang masuk saat ini memang beda-beda tipis, secara umum peserta sudah memahami bagaimana membuat berita feature radio yang menarik, singkat dan enak didengar," kata Awanda Erna.


Namun para juri sepakat memenangkan karya Hermawan Arifianto dari KBR Banyuwangi yang membagi paket siaran tersebut dalam tiga segmen singkat yang mudah didengar.

Chandra Novriadi menilai bahwa karya ini unggul karena banyak informasinya, banyak data dan narasumbernya, disertai teknik penyajian bersambung dengan durasi pendek yang cocok untuk siaran radio.

"Teknik siarannya memerlukan disiplin tinggi untuk membuat pendengar mudah mengingat kembali. Bila anaunser mempunyai karakter yang lebih keras akan lebih menarik, karena karakter yang muncul ini lembut kurang cocok untuk materi beritanya," kata Chandra.

Menurut Errol Jonathan, karya-karya yang masuk membuat persaingan menjadi ketat terutama ditilik dari ide-ide yang ditampilkan, menunjukkan keragaman isu, pemikian, juga dalam keragam peserta dari asal medianya seperti lembaga penyiaran publik dan swasta juga dari daerah daerah.

Tiga besar karya yang dipilih para juri menunjukkan kekuatan jurnalistik radio yang menampilan insert, narasi, juga original sound dan pemakaian sound effect.

"Alangkah baiknya bila pada kesempatan mendatang siaran bukan hanya mengangkat problem tetapi juga memberikan saran solusinya," kata Errol.

Pemenang Anugerah Adinegoro mendapat hadiah uang tunai Rp 50 juta, piagam dan tropi yang akan diserahkan pada puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Mataram 9 Februari 2016.

Anugerah Adinegoro merupakan penghargaan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan dilaksanakan berkaitan dengan Hari Pers Nasional (HPN) setiap tahun.

Nama Adinegoro diabadikan untuk Anugerah Karya Jurnalistik karena Adinegoro dipandang sebagai tokoh pejuang dan perintis pers yang dalam kehidupannya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan pers nasional.

Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan, nama asli Adinegoro, lahir pada 14 Agustus 1904, di Tawali, Sawahlunto, Sumatera Barat.

Adinegoro adalah orang Indonesia pertama yang secara formal mempelajari ilmu publisistik di  Jerman, selain mempelajari geografi, geopolistik, dan kartografi.

Lomba Karya Jurnalistik Adinegoro dimulai sejak tahun 1974. Saat itu diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Jakarta Raya, kemudian pada 1994 dialihkan dan diselenggarakan oleh PWI Pusat dan menjadi rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya