Berita

foto: aljazeera

Dunia

Teroris Serbu Hotel Yang Biasa Digunakan Staf PBB

SABTU, 16 JANUARI 2016 | 07:02 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Serangan teroris terjadi di Ouagadougou, ibukota negara Burkina Faso, Afrika Barat pada Jumat malam waktu setempat.

Dilaporkan beberapa media internasional, serangan sekelompok orang bersenjata menyasar Hotel Splendid, hotel mewah yang biasa digunakan warga negara asing, terutama staf Perserikatan Bangsa-Bangsa dan turis negara Barat.

Dilaporkan BBC, serangan diawali dengan dua bom mobil yang meledak di luar Hotel Splendid sekitar pukul 19.30 waktu setempat.


Kemudian disusul tiga sampai empat pria bertopeng yang menyerbu ke dalam hotel.

Media Agence France Presse memberitakan dari keterangan saksi bahwa beberapa orang telah terbunuh dalam awal serangan. Selain itu, setidaknya satu orang telah disandera di dalam gedung.

Saksi mata mendengar baku tembak antara pelaku dan pasukan keamanan, serta tembakan sporadis dari dalam hotel bintang empat yang berdekatan dengan bandara internasional negara itu.

Tiga jam setelah serangan dimulai, Associated Press melaporkan sekelompok tentara menggunakan kendaraan lapis baja tiba di lokasi.

Sampai saat ini, satu-satunya klaim penanggungjawab serangan itu berasal dari kelompok Al Qaeda di Maghreb.

Duta Besar Prancis untuk Burkina Faso, Gilles Thibault, mengatakan, pemerintah menetapkan jam malam sampai pukul 06.00 (Sabtu pagi) waktu setempat. Sedangkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ouagadougou mengaku memantau ketat situasi.

Perlu diketahui, Burkina Faso adalah negara yang sistem politiknya masih "rapuh". Pada bulan November 2015, Burkina Faso berhasil menggelar pemilihan presiden yang pertama kalinya secara demokratis, menghasilkan Roch Marc Kristen Kabore sebagai presiden baru.

Kemenangan Kabore menandai akhir masa transisi setelah penggulingan terhadap Blaise Compaore, penguasa yang memimpin selama 27 tahun di negara itu. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya