Berita

Ancam Mutasi Anak Buah Ke Sinak, Irjen Tito Merendahkan Papua

JUMAT, 01 JANUARI 2016 | 04:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ancaman Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian yang akan memindahkan anggotanya yang bekerja malas-malasan ke daerah seperti di Sinak, Papua disesalkan.

"Saya sungguh berharap orang sekelas Bapak Kapolda Irjen Tito Karnavian tidak pernah berujar seperti itu. Karena beliau pasti paham bahwa ujaran semacam itu tidak sebangun dengan perspektif HAM," kata Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, (Kamis malam, 31/12).

"Tapi, sekira benar Bapak Kapolda Metro Jaya berujar seperti itu, tentu sungguh memprihatinkan. Maksud hati ingin membangun sistem reward and punishment bagi anggotanya, tapi ujaran itu justru berpotensi memberi kesan bahwa Papua itu hanya tempat buangan bagi anggota kepolisian yang pemalas," sambungnya.


Sebab, ujaran seperti itu juga berpotensi memberi kesan merendahkan martabat kemanusiaan orang Papua. "Sekali lagi saya berharap Bapak Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian tidak bermaksud demikian," katanya.

Karena itu dia berharap, pejabat publik seperti juga Kapolda Metro Jaya, di samping harus memahami perspektif HAM sehingga berhati-hati dalam berujar, sejatinya juga dengan rendah hati meminta maaf kepada publik khususnya masyarakat Papua.

"Dan, juga yang terpenting berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama di masa mendatang (guarantees of nonrecurrence). Saya, dan mungkin juga publik, berharap orang sekelas Bapak Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian akan rendah hati memahami pandangan publik ini untuk Indonesia dan Papua Kita. Semoga," tandasnya.

Irjen Tito mengancam akan memutasi anak buahnya ke Sinak mengingat di daerah hanya satu bulan sekali melihat pesawat. Sehingga anggotanya bisa belajar mengenai kerja keras polisi di daerah kawasan Papua itu. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya