Berita

Hendri Saparini

Di Era Jokowi, Muhammadiyah Harus Memainkan Peran Ekonomi

SABTU, 12 DESEMBER 2015 | 22:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Muhammadiyah diyakini memiliki kemampuan untuk menggerakkan perekonomian Indonesia. Dengan syarat Muhammadiyah mampu untuk mensinergikan semua potensinya -jaringannya, sumber daya manusia dan aset-dalam menggerakkan jaringan amal usahanya dan aktivisnya bergerak fokus pada usaha sektor riil.

Demikian disampaikan ekonom yang juga pengurus Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah Hendri Saparini dalam acara Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM), di Hotel Garden Palace Surabaya, (Sabtu, 12/12).

Di hari kedua Temu Saudagar Muhammadiyah, panitia juga mendatangkan narasumber lain seperti CEO Wardah Nurhayati Subakat dan CEO Kopi kapal Api Soedomo, konsultan  marketing Kresnayana Yahya dan konsultan pengembangan usaha dari Fortia Wempi Sitepu.


Dalam pemaparannya, Hendri menjelaskan bahwa Pemerintahan Joko Widodo saat ini memang sangat berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Pemerintah sebelumnya fokus pada pengembangan sektor keuangan karena Indonesia memiliki sumber daya alam dan perkebunan yang masih melimpah dan ekonomi dunia sedang tumbuh membaik. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat didukung oleh banyaknya eksport sumber daya alam seperti batu bara, hasil hutan, gas, sawit dan lainnya yang harganya di pasar dunia sedang membaik.

Namun kondisi pasar dunia saat ini kurang mendukung untuk ekspor barang-barang komoditas hasil sumber daya alam dan perkebunan yang sedang jatuh karena pertumbuhan ekonomi dunia sedang lesu.

Dalam lima tahun ke depan, Muhammadiyah harus mengambil peran-peran ekonomi itu jika ingin ormas Islam ini memainkan peran ekonomi sebagai pilar ketiga yang akan dikembangkan, selain pilar pendidikan dan kesehatan.

Hendri menyarankan agar kader Muhammadiyah menekuni empat pilar pengembangan ekonomi dalam nawa cita Presiden Joko Widodo. Yakni di sektor maritim, pertanian, infrastruktur, dan sektor energi. Termasuk juga, Muhammadiyah mengambil peran dalam pengembangan wisata syariah yang saat ini peluangnya sangat besar. Sektor wisata yang menjadi bagian pengembangan sektor maritim, pemerintah sudah membuat  peraturan dengan membebaskan visa bagi warga negara asing dari 90  negara.

"’Pertanyaanya, kalau sudah banyak turis yang datang ke Indonesia, kemudian disuruh apa, melihat apa, membeli apa. Nah inilah yang belum banyak digarap tentang obyek wisata di dalam negeri dan Muhammadiyah bisa berperan dalam pengembangan obyek wisata ini," jelas Hendri yang juga tim ekonomi Presiden Joko Widodo ini.

Selain itu dia meminta Muhammadiyah ikut mengambil peran dalam pengembangan desa yang di tahun 2016, pemerintah mengucurkan  dana 43 triliun untuk dana desa. Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki peluang berperan dalam turun membangun desa, misal membuat ide pengembangan bisnis desa, badan usaha milik desa, hingga pelatihan kewirausahaan ke masyarakat. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya