Berita

Donald trump

Pernyataan Capres AS Donald Trump Berbahaya Untuk Perdamaian Dunia

SABTU, 12 DESEMBER 2015 | 18:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, terus menuai kecaman setelah menyatakan tekadnya akan melarang semua orang Islam masuk ke negaranya bila memenangkan pemilihan presiden.

Trump dituding sedang menyebar kebencian, memecah belah kemanusian, dan itu berbahaya untuk perdamaian dunia.

Menurut Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, melarang Muslim masuk ke Amerika adalah tindakan diskriminasi yang paling sempurna pada sejarah manusia modern yang akan memicu meningkatnya gelombang kebencian dan intoleransi yang potensial mengganggu keamanan dunia.


"Pernyataan itu tidak patut disampaikan salah seorang calon pemimpin dunia," jelas Grace petang ini (Sabtu, 12/12).

Menurut Grace, sebagai kandidat presiden Trump tentu boleh bicara apa saja untuk memenangkan pertarungan politik di AS. Namun sebagai kandidat presiden negara berpengaruh, Trump mesti bisa meletakkan kepentingan politik pribadinya dalam konteks kepentingan global di mana dunia menghadapi tantangan menghadapi kebencian, prejudice, intoleransi  kekerasan, dan terorisme.

Grace menekankan perlu ada kepemimpinan dunia yang kuat untuk mempromosikan melawan kekerasan tanpa kekerasan, menolak kebencian dengan kasih sayang, dan mempromosikan toleransi di tengah maraknya intoleransi.

"Trump, nampaknya, tidak mengerti betapa pentingnya kepemimpinan dunia seperti itu," tandas Grace. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya