Berita

ist

Politik

Mahasiswa Hadiahi Kotoran Untuk Setnov Dan MKD

SENIN, 07 DESEMBER 2015 | 21:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ratusan mahasiswa gabungan dari beberapa kampus di Bogor dan Tangerang berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, sejak Senin siang (7/12). Mereka meminta Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) untuk mundur dari jabatan pimpinan DPR RI.

Humas Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang Septian menegaskan, sudah cukup banyak bukti yang bisa dijadikan referensi untuk memberi sanksi pada Setya Novanto. Atas pencatutan nama Presiden Joko Widodo olehnya untuk meminta saham PT Freeport Indonesia.

"Kasus pencatutan nama Presiden untuk perpanjang kontrak Freeport adalah persoalan yang sangat mencoreng lembaga DPR. Sudah dua kali oleh orang yang sama, setelah peristiwa pertemuan yang bersangkutan dengan Donald Trump, memalukan bangsa dan negara," terangnya.


Sekitar 30 menit melakukan orasi, para mahasiswa kemudian bergeser maju tepat di gerbang DPR. Beberapa orang dari demonstran melempar satu kantong plastik berisi kotoran manusia ke arah spanduk yang bertuliskan 'Pengkhianat Bangsa Setya Novanto'. Dalam spanduk itu terpasang juga foto-foto anggota Mahkamah Kehormatan Dewan yang disinyalir ikut mendukung kepentingan sang ketua DPR.

Menurut Septian, tinja yang dilemparkan sebagai 'kado' dari rakyat dan mahasiswa untuk pengkhianat bangsa. Aksi yang dilakukan tersebut adalah protes keras terhadap kejadian yang membuat malu rakyat Indonesia.

Pelanggaran etika yang dilakukan Setnov sudah jelas saat menggelar pertemuan dengan pengusaha Muhammad Riza Chalid dan membicarakan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Sebagaimana tertuang dalam rekaman pembicaraan yang dijadikan barang bukti Menteri ESDM Sudirman Said ke MKD.

"Kami muak dengan MKD yang masih tidak bernyali mencopot makelar atas nama rakyat," tegas Septian.

Dengan dibiarkan aparat keamanan, massa pengunjuk rasa juga membakar ban bekas di depan pintu gerbang kompleks parlemen. Sambil membacakan pernyataan sikap yang meminta MKD menindak tegas Setya Novanto.

Aksi demonstrasi sendiri merupakan gabungan sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa yang menamakan diri Getuk Papa (Gerakan Kado Untuk Papa) Penghianat Bangsa Setya Novanto. [wah] 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya