Berita

Hukum

Calo Merajalela di Mapolres Kota Bekasi

SABTU, 31 OKTOBER 2015 | 13:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Praktik percaloan masih merajalela di segala sektor kehidupan masyarakat. Termasuk, untuk urusan di kepolisian.

Buktinya terlihat dari pantauan langsung redaksi kami di kantor Markas Kepolisian Resor Kota Bekasi, Sabtu pagi tadi (31/10).

Dari pantauan di sana, warga yang hendak memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) tampaknya harus lebih banyak bersabar. Bisa dibilang mengurus SIM jauh lebih mudah dan tidak ribet bila dilakukan di layanan SIM Keliling dibandingkan datang langsung ke kantor polisi.


Selain prosedurnya cukup lama, yang cukup mengganggu adalah kehadiran para calo yang terang-terangan "buka praktik" meskipun berada di kantor polisi.

Di Mapolres Bekasi, terpantau sejumlah calo sudah menghadang pengunjung dari tempat parkir mobil hingga pintu masuk Polres Bekasi.

"Mau bikin SIM Pak? Mau dibantu?" tanya salah satu calo di parkiran mobil sambil memepet pengunjung.

Ketika melangkah menuju gerbang Mapolres pun hal yang sama dialami beberapa orang yang datang hendak mengurus SIM. Bahkan, yang menawarkan jasanya bukan lagi calo melainkan petugas berseragam polisi. Secara terang-terangan oknum itu menawarkan bantuannya mengurus perpanjangan ataupun pembuatan SIM baru.

Dari pengalaman redaksi, mengurus perpanjangan SIM di layanan keliling hanya membutuhkan foto kopi KTP 2 lembar tanpa melalui tes kesehatan. Sedangkan untuk perpanjang SIM di Mapolres Bekasi harus melalui tes kesehatan di tempat yang letaknya terpisah, di belakang Mapolres.

"Saya harus bayar Rp 25.000, namun kesehatan saya tidak diperiksa sebagaimana layaknya. Hanya formalitas" ujar salah seorang pemohon.

Sedangkan dari pengakuan salah seorang calo, perpanjangan SIM dipatok biaya Rp 250.000 tanpa melalui pemeriksaan kesehatan. Meski lebih mahal, jalur calo ini lebih ringkas karena pemohon langsung diarahkan untuk pengambilan foto. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya