Berita

agus martowardojo/ist

Dikecam, Modus Baru Pemerintah Gadaikan BUMN

KAMIS, 11 NOVEMBER 2010 | 11:03 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Menteri Keuangan Agus Martowardojo boleh saja mengatakan go public dilakukan agar kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meningkat dan lebih transparan.

Tetapi, di mata ekonom Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Dahnil Anzar, jalan pikiran Agus Marto ini lebih mirip dengan jalan pikiran seorang dealer.

“Melepas BUMN ke publik sama dengan mengurangi pendapatan negara dari deviden BUMN. Belum lagi kepemilikan terhadap BUMN strategis dan menguntungkan tersebut kemungkinan akan berpindah ke pihak asing,” katanya kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 11/11).

“Toh, fakta empirik memperlihatkan bahwa BUMN milik Malaysia, misalnya Petronas, tidak go public tetapi mampu meningkatkan kinerjanya,” sambungnya.

Dahnil khawatir, visi go public BUMN strategis dilakukan pemerintah dalam rangka mendorong gairah panas pasar saham, sehingga dapat mengundang capital in flow ke pasar saham Indonesia dan semakin memperlebar gap pasar spekulasi dengan pasar riil.

Dahnil, seperti sejumlah ekonom lain, mengecam keputusan pemerintah membangun perusahaan baja patungan antara Krakatau Steel dan Posco Korea Selatan. Banten akan menjadi lokasi pembangunan pabrik baja patungan itu. Indonesia memiliki 30 saham, sementara 70 persen saham lainnya dimiliki Korea Selatan. Untuk mendapatkan dana segar demi pembangunan pabrik itulah, pemerintah menjual 20 saham Krakatau Steel.

Yang juga keterlaluan, saham Krakatau Steel dijual dengan harga jauh di bawah harga pasar.[guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya