Berita

polisario/ist

Dunia

Aljazair Diminta Tidak Lagi Gunakan Orang Sahara sebagai Alat Politik

MINGGU, 10 OKTOBER 2010 | 16:18 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Mantan Kepala Badan Kontra Intelijen kelompok pembebasan Sahara atau Polisario mendesak pemerintah Aljazair menghentikan menggunakan orang Sahara yang berada di Tindouf sebagai alat untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi mereka di kawasan Afrika Utara.

Abba Moulay Omar, demikian nama sang mantan Kepala Badan Kontra Intelijen Polisario itu, telah meninggalkan Polisario dan bergabung dengan Kerajaan Maroko. Ia adalah satu dari sekian banyak pendiri dan pemimpin Polisario telah kembali ke Maroko. Lahir di Laayoune pada 1962, Abba bergabung dengan Polisario di tahun 1975. Bersama teman-temannya ia bergabung dengan Polisario di Tindouf.

Berbicara dalam sebuah wawancara di stasiun televisi di Laayoune, Provinsi Sahara, Abba mendesak pemerintah Aljazair yang selama ini berada di belakang Polisario untuk menghentikan paksaan terhadap orang Sahara di Tindouf.

Pemerintah Aljazair, sebutnya, harus membiarkan orang Sahara yang ingin kembali ke Maroko.

Hal lain yang disampaikannya adalah permintaan agar pemimpin Polisario yang membawa agenda kepentingan Aljazair tidak menekan anggota keluarga mantan anggota Polisario yang melarikan diri. Dalam kesempatan itu dia juga mengecam penangkapan Kepala Polisi Polisario, Mustapha Salma Ould Sidi Mouloud, yang menurut informasi terakhir telah dilepaskan Polisario.

Dukungan pejabat Polisario, seperti Mustapha, terhadap proposal otonomi khusus yang disampaikan Maroko adalah tantangan besar untuk Polisario, sebutnya. [guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya