Berita

Agus martowardojo/ist

CARUT MARUT PAJAK

Inilah Sebab Mengapa Pengakuan Menkeu Agus Martowardojo Patut Dicermati

RABU, 29 SEPTEMBER 2010 | 12:56 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Dalam sepekan terakhir, publik seakan mendapatkan penjelasan tambahan betapa urusan pajak di negara ini sungguh carut marut.

Pekan lalu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui bahwa kinerja Direktorat Jenderal Pajak di Kementerian yang dipimpinnya belum optimal. Kemudian, hari Senin kemarin (27/9), pengacara senior Adnan Buyung Nasution, yang membela pegawai Ditjen Pajak Gayus Tambunan yang terlibat dalam penggelapan pajak, kembali mempertanyakan mengapa pengadilan tidak menindaklanjuti pengakuan Gayus tentang aksi suap-menyuap wajib pajak besar yang telah dibeberkan sebelumnya.

Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) Sasmito Hadinagoro mengatakan, pengakuan Agus Martowardojo bahwa penerimaan pajak selama ini belum optimal, khususnya, layak untuk dicermati.

Gambaran atas kondisi ketidakoptimalan Ditjen Pajak tersebut diungkap secara jelas oleh Sasmito dengan mengambil contoh penerimaan pajak tahun 2007 sampai 2009 yang tidak tercapai.

Dalam hal ini, menurut Sasmito, target penerimaan pajak non-migas dalam APBN selama periode 2006 sampai 2009, di kala Dirjen Pajak Darmin Nasution berduet dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, selalu dikoreksi dengan diturunkan melalui pembahasan APBN-P. Total koreksi penerimaan pajak dalam APBN-P jika dijumlahkan lebih kurang Rp 81 triliun.

Meskipun telah dikoreksi dengan APBN-P, tragisnya aktual penerimaan pajak tetap tidak bisa dicapai. Sehingga secara ril, yang tidak bisa disetor ke kas negara dalam periode empat tahun di kala ephoria reformasi perpajakan digembar-gemborkan oleh Darmin Nasution dan Sri Mulyani, sangat besar. Hanya target pada 2008 yang bisa melampaui APBN-P tertolong booming penerimaan pajak sektor migas lebih kurang Rp 13 triliun.

“Dengan demikian, kalau penerimaan pajak harus berpatokan pada APBN yang disahkan DPR, bukan APBN-P yang dikoreksi di tengah jalan, maka benarlah statement Agus Martowardojo bahwa Ditjen Pajak terbukti belum optimal,” ujar Sasmito.

Kesimpulan Sasmito, dengan fakta yang ada tersebut maka biaya investasi untuk reformasi Dirjen Pajak yang luar biasa besar, lebih dari Rp 4 triliun, yang diperoleh dari pinjaman luar negeri, benar-benar tidak efektif untuk mencapai sasaran.

“Bahkan dalam era reformasi perpajakan justru meledaklah kasus-kasus mafia pajak seperti skandal pajak Paulus Tumewu tahun 2006, skandal pajak Haliburton yang di-acc Darmin Nasution dalam 12 hari kerja meskipun dalam periode empat tahun berturut-turut sebelumnya selalu ditolak oleh Hadi Purnomo,” demikian Sasmito. [guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya