Berita

George Junus Aditjondro (tengah)/ist

Politik

George Aditjondro Siapkan "Membongkar Gurita Cikeas" Jilid II

SELASA, 21 SEPTEMBER 2010 | 07:41 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Di tengah sakit jantung dan darah tinggi yang dideritanya, corruption investigator George Junus Aditjondro tengah berjuang menyelesaikan jilid kedua “Membongkar Gurita Cikeas”. 

“Buku ini akan dua kali lebih tebal dari jilid pertama,” ujar George Junus Aditjondro yang tadi malam (Senin, 20/9) juga menghadiri “halal bihalal plus” di kediaman ekonom senior Rizal Ramli di Jalan Madrasah, Jakarta Selatan.

Sejauh ini, sambung George, 70 persen bahan untuk jilid kedua MGC ini telah terkumpul di laptopnya. Dia membutuhkan waktu sekitar dua minggu penuh untuk merampungkan penulisan.


“Nanti akan dicetak dengan hard cover,” imbuhnya.

Salah satu bagian di dalam buku itu mengupas cara-cara ilegal untuk memenangkan pemilihan umum. George telah mengunjungi sejumlah daerah pemilihan politisi-politisi Partai Demokrat dan menemukan kejanggalan dan jejak money politics di sana.

Dia juga mengatakan, dalam pemilihan presiden yang lalu sejumlah bank swasta besar yang sahamnya dimiliki oleh pihak asing juga memberikan donasi kepada tim sukses SBY. Hal itu tentu saja melanggar aturan, katanya.

George membandingkannya dengan donasi yang pernah diberikan pemilik Lippo Bank James Riady kepada kubu Bill Clinton dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 1996 lalu. James Riady akhirnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman kerja sosial. Sementara di Indonesia, hal seperti itu walaupun melanggar peraturan tidak mendapat sanksi hukuman.

Bagian lain di dalam jilid kedua MGC akan memuat cerita sejumlah aktivis gerakan mahasiswa yang telah didekati SBY saat dia menjabat sebagai Danrem di Jogjakarta. Aktivis-aktivis itulah, masih kata George, yang kini mendampingi SBY di Istana.

George pun tidak mau lagi menyebut SBY sebagai Presiden RI.

“Saya menyebutnya: orang yang menyebut dirinya sebagai presiden. Mengapa? Karena pilpres tidak benar dan kemenangannya diperoleh dengan cara ilegal," ujar George.

Dalam kesempatan tadi malam, George juga mengedarkan beberapa eksemplar buku terbaru yang ditulisnya di tengah sakit yang dideritanya. Buku berjudul “Pragmatisme: Menjadi to sugi dan to kapur di Toraja” bercerita tentang jejaring korupsi yang juga melibatkan pranata adat dan lembaga keagamaan di Tana Toraja.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya