Pasar Global Tembus Rp16.239 Triliun, Kemenpar Genjot Wisata Kebugaran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Jumat, 30 Oktober 2026, 22:16 WIB
Pasar Global Tembus Rp16.239 Triliun, Kemenpar Genjot Wisata Kebugaran
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Kecil Besar
rmol news logo Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik peluang pertumbuhan industri wellness tourism atau wisata kebugaran global yang mencatatkan nilai hingga 893,9 miliar Dolar AS (sekitar Rp16.239 triliun) di sepanjang 2024.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai tersebut meningkat 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini angka lama karena yang tahun ini belum keluar. Angka 2024 tadi menunjukkan peningkatan 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga trennya meningkat," kata Widiyanti dalam konferensi pers Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026, di Jakarta, Jumat 30 Oktober 2026.

Widiyanti menjelaskan, potensi pasar tersebut juga terlihat di kawasan Asia Pasifik. Tercatat sebanyak 562,7 juta perjalanan wisata wellness dengan total pengeluaran mencapai 215 miliar Dolar AS.

"Perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap perjalanan yang mengintegrasikan aktivitas kebugaran, perawatan diri, dan keseimbangan fisik maupun mental," jelasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk mengambil bagian dalam pertumbuhan industri tersebut. Kekayaan tradisi dan budaya Nusantara dapat menjadi keunggulan dalam menawarkan pengalaman wisata kebugaran kepada pasar internasional.

"Indonesia memiliki keunggulan melalui tradisi jamu, rempah Nusantara, perawatan tradisional, serta praktik kebugaran berbasis kearifan lokal yang menjadi pembeda dari pasar internasional lainnya," tuturnya.

Untuk menangkap peluang tersebut, Kemenpar menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas pariwisata berkualitas.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengembangkan Wellness Journey Across the Java Wonders dengan 10 jalur perjalanan yang mengangkat potensi kebugaran berbasis alam dan budaya Jawa.

Selain itu, Kemenpar turut mendorong penyelenggaraan JCWF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6-8 November 2026 di Loman Park Hotel, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan mengusung tema "Reconnect-Reconnecting People, Culture & Wellbeing".

Festival yang diselenggarakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya.

"Kami juga mendukung event-event wellness, khususnya JCWF. Dan saat ini kami juga sedang menyusun directory untuk wisata wellness Indonesia," ungkapnya.

Peta jalan tersebut disusun untuk memetakan potensi industri wellness di berbagai daerah, mulai dari produk, destinasi, layanan, hingga pelaku usaha yang bergerak di sektor tersebut.

"Pemetaan ini sedang kita buat untuk memberikan informasi kepada masyarakat di dalam negeri dan di luar negeri, apa saja produk-produk destinasi, layanan, dan pelaku industri wellness yang ada di Indonesia," lanjutnya.

Selain pemetaan potensi destinasi, Kemenpar juga memberikan pendampingan bisnis bagi pelaku industri untuk memperkuat kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar.

"Kami juga melalui Wonderful Indonesia Scale Up Hub memberikan pendampingan bisnis bagi penyedia paket wisata, gastronomi, dan wellness guna meningkatkan kapasitas usaha dan kesiapan produk memasuki pasar," katanya.

Dari sisi investasi, pemerintah juga melihat peluang pengembangan fasilitas dan layanan yang mendukung industri kesehatan serta kebugaran melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan KEK Kura-Kura Bali.

Dia berharap pengembangan berbagai program tersebut, khususnya penyelenggaraan JCWF tahun ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan industri wellness tourism international sekaligus mengoptimalkan potensi budaya lokal.

"Semoga JCWF menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam membangun industri wellness tourism yang semakin matang, berdaya saing internasional, dan memiliki akar yang kuat pada identitas budaya bangsa Indonesia," pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA