Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Iskandar Zulkarnaen mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sabang masih tertinggal dibandingkan wilayah daratan Aceh. Salah satu penyebabnya adalah kesenjangan infrastruktur.
Menurut Iskandar, karakteristik Sabang sebagai daerah konservasi juga membutuhkan perhatian khusus. Terlebih, wilayah tersebut menghadapi ancaman kenaikan permukaan air laut dan abrasi yang terus menggerus daratan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 43.000 jiwa, perekonomian Sabang hingga kini masih sangat bergantung pada sektor pariwisata.
"Kontribusi utama di Sabang dari sektor pariwisata," ungkapnya dalam kegiatan Pelatihan Wartawan Semester II 2026 bertema "Penguatan Ekonomi Regional untuk Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional" di Sabang, Aceh, Kamis, 5 November 2026.
Iskandar menilai, pengembangan kawasan wisata dan revitalisasi pelabuhan menjadi dua agenda penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sabang.
Apalagi, Sabang memiliki status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang memberikan keunggulan tersendiri. Namun, keunggulan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk menarik investasi dan menggerakkan aktivitas ekonomi.
Selain pengembangan destinasi wisata, Sabang juga memiliki peluang untuk mengembangkan kunjungan kapal pesiar atau cruise. Potensi ini dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas pariwisata.
Namun, realisasi peluang tersebut membutuhkan kesiapan destinasi, infrastruktur pendukung, serta kebijakan nasional yang mampu mendorong masuknya investasi.
Karena itu, Iskandar berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan Sabang melalui kebijakan strategis dan dukungan investasi agar potensi pariwisata dan keunggulan kawasan perdagangan bebas dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.
BERITA TERKAIT: