Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Panama, Sempat Picu Peringatan Tsunami

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Sabtu, 10 Oktober 2026, 14:21 WIB
Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Panama, Sempat Picu Peringatan Tsunami
Gempa mengguncang Panama pada Jumat, 9 Oktober 2026 waktu setempat. (Foto: BBC)
Kecil Besar
rmol news logo Dua gempa bumi berkekuatan 7,7 dan 6,6 magnitudo mengguncang wilayah selatan Panama pada Jumat sore, 9 Oktober 2026 waktu setempat. 

Mengutip laporan Associated Press (AP) pada Sabtu, 10 Oktober 2026, guncangan gempa menyebabkan bangunan runtuh di dekat pusat gempa dan memicu evakuasi di berbagai wilayah hingga guncangannya terasa ke negara tetangga, Kolombia.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa pertama berada sekitar 10 kilometer di barat daya permukiman Pitaloza Arriba, Provinsi Herrera, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Gempa tersebut juga sempat memicu peringatan tsunami untuk Panama, Kolombia, Ekuador, Nikaragua, dan Guatemala pada Jumat setelah gempa terjadi.

Layanan Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut Chile turut mengeluarkan peringatan tsunami menyusul guncangan tersebut. Namun, peringatan tsunami itu kemudian dicabut.

Tak hanya dua gempa utama, serangkaian gempa susulan turut mengguncang Panama. Sejumlah gempa susulan tercatat memiliki magnitudo 5,8, 5,5, dan 5,2.

Ahli seismologi di Universitas Panama mencatat lebih dari 45 gempa susulan, meskipun sebagian di antaranya terlalu lemah untuk dirasakan warga.

Presiden Panama José Raúl Mulino menyerukan masyarakat tetap tenang di tengah situasi tersebut. Ia menyebut negaranya tengah menghadapi bencana besar dan memperingatkan bahwa kondisi masih dapat berkembang dalam beberapa jam hingga hari mendatang.

“Kami sedang menghadapi bencana besar,” kata Mulino.

Ia juga mengakui besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menangani dampak gempa.

“Tidak ada seorang pun yang siap, dan tidak ada yang pernah siap menghadapi bencana semacam ini,” ujarnya.

Di Provinsi Herrera, wilayah yang menjadi lokasi pusat gempa, seorang warga bernama Rosendo Domínguez (60) mengaku guncangan sangat kuat hingga menjatuhkan barang-barang di dapurnya.

“Kami merasakannya dengan sangat kuat. Gempa itu menjatuhkan barang-barang di dapur, tetapi kami baik-baik saja, meskipun kami sangat ketakutan,” kata Domínguez kepada AP melalui sambungan telepon.

“Semua orang berada di luar, merasa takut,” lanjutnya.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan struktural di sejumlah wilayah, termasuk bangunan bersejarah dan fasilitas publik. Sejumlah bangunan di dekat pusat gempa juga dilaporkan runtuh.

Hingga Jumat malam waktu setempat, pemerintah belum mencatat adanya korban jiwa maupun laporan korban luka yang terkonfirmasi. 

Namun, Mulino mengingatkan bahwa jumlah korban dan tingkat kerusakan masih berpotensi berubah seiring proses pendataan yang berlangsung. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA